Just another WordPress.com site

¤¤

Dalam banyak hal
keduanya
diharapkan dalam porsi
yang
sama dan seimbang. Tapi
dalam perjalanan
kehidupan
sangat sering kita
dihadapkan pada fakta
bahwa kita harus memilih
dari
antara keduanya.
Ini ada kisah menarik
mengenai Joe dan
Angela :
Joe dan Angela bertemu
secara tak sengaja di
sebuah karnaval tahunan
yang diadakan setiap
liburan
musim panas
di kota tempat kelahiran
Angela.
Perkenalan yang berlanjut
pada temu makan malam
dan
kebersamaan yang penuh
tawa dan bahagia seakan
segalanya
akan berlangsung
selamanya.
Banyak hal yang mereka
alami dalam
kebersamaan
mereka.
Hal-hal indah yang
menyatukan hati dan
pandangan mereka.
Dua hari sebelum liburan
musim panas berakhir
Angela
jatuh sakit.
Dokter memberikan
memberikan obat
penghilang
rasa sakit karena tak ada
lagi yang dapat dilakukan
untuk memerangi kanker
yang menggerogoti
Angela
dari dalam.
Satu hal yang tak
diketahui
Joe bahwa itu adalah
liburan
musim panas terakhir
bagi
Angela sebelum batas
waktu
secara medis itu tiba.
Malam itu adalah malam
terakhir liburan musim
panas
dan malam terakhir bagi
Angela.
Angela terbaring
ditempat
tidurnya yang serba putih
dengan tangan yang
menggenggam lembut
tangan
Joe.
Tak ada airmata antara
mereka karena senyum
yang
memiliki waktu mereka.
Tatapan mata saja
sudah
cukup bagi mereka untuk
berbagi cerita tentang
apa
yang ada dihati mereka
masing-masing.
Lirih Joe berkata,
“Mengapa
kebersamaan ini tak
abadi?”
Dengan senyum manis
Angela
berkata,
“Jangan melihat seberapa
lama kebersamaan kita
namun ingatlah tentang
kebersamaan kita.
Walau hanya sesaat
namun
itu adalah saat terbaik
yang
pernah aku miliki dalam
hidupku.
Bukan berapa lama kita
bersama tapi keindahan
dan
kebahagian bersamamu
adalah harta karun
bagiku.
Walau hanya sesaat
bersamamu namun itulah
kebahagiaan terindah
seumur hidupku”.
———————————————————————————————————
Mengukur kebahagian
bukan
dari berapa lama kita
menikmati kebahagian
itu.
Mengukur cinta bukan
berapa lama kita
menjalani
waktu percintaan dengan
orang yang kita cintai.
Kita takkan pernah lupa
akan
keindahan bunga yang
mekar
dimusim semi namun
adakah
bunga itu tetap dapat
kita
lihat sekarang?
Atau pernahkah kita lupa
pada keindahan kemilau
embun pagi kala matahari
pagi bersinar padahal ia
sirna saat matahari
meninggi?
Kebahagiaan sejati tak
datang dari berapa lama
sesuatu itu berjalan
namun
lebih kepada berapa
berartinya waktu itu
dijalani.
Mungkin hanya sesaat
seperti pendeknya waktu
mekarnya bunga.
Mungkin hanya sekejap
seperti kehadiran embun
yang cemerlangi pagi.
Namun jika itu memberi
arti
dihati maka itu akan
abadi……………..
Mencintailah dengan
sepenuh
hati saat ini karena
mungkin
besok kau takkan bisa
bersama lagi
dengan orang yang kau
cintai.
Mungkin tiada yang abadi
namun cinta dan
kenangannya adalah
abadi………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s