Just another WordPress.com site

Antara wortel,telur dan kopi

Seorang anak
mengeluh pada
ayahnya tentang
hidupnya yang sulit.
Ia tidak tahu lagi
harus berbuat apa
dan ingin menyerah
saja. Ia lelah
berjuang. Setiap saat
satu persoalan
terpecahkan,
persoalan yang lain
muncul. Ayahnya,
seorang juru masak,
tersenyum dan
membawa anak
perempuannya ke
dapur. Ia lalu
mengambil tiga buah
panci, mengisinya
masing-masing
dengan air dan
meletakkannya pada
kompor yang
menyala. Beberapa
saat kemudian air
dalam panci-panci itu
mendidih. Pada panci
pertama, ia
memasukkan wortel.
Lalu, pada panci
kedua ia
memasukkan telur.
Dan, pada panci
ketiga ia
memasukkan
beberapa biji kopi
tumbuk.Ia
membiarkan masing-
masing mendidih.
Selama itu ia terdiam
seribu basa. Sang
anak menggereget
gigi, tak sabar
menunggu dan heran
dengan apa yang
dilakukan oleh
ayahnya. Dua puluh
menit kemudian,
sang ayah
mematikan api. Lalu
menyiduk wortel dari
dalam panci dan
meletakkanya pada
sebuah piring.
Kemudian ia
mengambil telur dan
meletakkanya pada
piring yang sama.
Terakhir ia menyaring
kopi yang diletakkan
pada piring itu juga.
Ia lalu menoleh pada
anaknya dan
bertanya, “Apa yang
kau lihat, nak?”
“Wortel, telur, dan
kopi, ” jawab sang
anak. Ia membimbing
anaknya mendekat
dan memintanya
untuk memegang
wortel. Anak itu
melakukan apa yang
diminta dan
mengatakan bahwa
wortel itu terasa
lunak. Kemudian sang
ayah meminta
anaknya memecah
telur. Setelah telur itu
dipecah dan dikupas,
sang anak
mengatakan bahwa
telur rebus itu kini
terasa keras. Sang
anak tersenyum saat
mencicipi aroma kopi
yang sedap itu. “Apa
maksud semua ini,
ayah?” tanya sang
anak.
Sang ayah
menjelaskan bahwa
setiap benda tadi
telah mengalami hal
yang sama, yaitu
direbus dalam air
mendidih, tetapi
selepas perebusan
itu mereka berubah
menjadi sesuatu
yang berbeda-beda.
Wortel yang semula
kuat dan keras,
setelah direbus
dalam air mendidih,
berubah menjadi
lunak dan lemah.
Sedangkan telur,
sebaliknya, yang
semula mudah pecah,
kini setelah direbus
menjadi keras dan
kokoh. Sedangkan biji
kopi tumbuk berubah
menjadi sangat unik.
Biji kopi, setelah
direbus, malah
mengubah air yang
merebusnya
itu. “Maka, yang
manakah dirimu?”
tanya sang ayah
pada anaknya. “Di
saat kesulitan
menghadang
langkahmu,
perubahan apa yang
terjadi pada dirimu?
Apakah kau menjadi
sebatang wortel,
sebutir telur atau biji
kopi?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s