Just another WordPress.com site

HIDUP INI SEDERHANA KAWAN

Ada seseorang saat
melamar kerja,
memungut sampah
kertas di lantai ke
dalam tong sampah,
dan hal itu terlihat
oleh peng-interview,
dan dia mendapatkan
pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk
memperoleh
penghargaan sangat
mudah, cukup
memelihara
kebiasaan yang baik.
Ada seorang murid
bekerja di toko
sepeda. Suatu saat
ada seseorang yang
mengantarkan
sepeda rusak untuk
diperbaiki di toko
tersebut. Selain
memperbaiki sepeda
tersebut, si anak ini
juga membersihkan
sepeda hingga bersih
mengkilap. Murid –
murid lain
menertawakan
perbuatannya.
Keesokan hari
setelah sang
empunya sepeda
mengambil
sepedanya, si adik
kecil ditarik/diambil
kerja di tempatnya.
*Ternyata untuk
menjadi orang yang
berhasil sangat
mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja.
Seorang anak
berkata kepada
ibunya : “Ibu hari ini
sangat cantik.” Ibu
menjawab :
“Mengapa?” Anak
menjawab : “Karena
hari ini ibu sama
sekali tidak marah –
marah.”
*Ternyata untuk
memiliki kecantikan
sangatlah mudah,
hanya perlu tidak
marah – marah.
Seorang petani
menyuruh anaknya
setiap hari bekerja
giat di sawah.
Temannya berkata :
“Tidak perlu
menyuruh anakmu
bekerja keras,
tanamanmu tetap
akan tumbuh dengan
subur.” Petani
menjawab : “Aku
bukan sedang
memupuk
tanamanku, tapi aku
sedang membina
anakku.”
*Ternyata membina
seorang anak sangat
mudah, cukup
membiarkan dia rajin
bekerja.
Seorang pelatih bola
berkata kepada
muridnya : “Jika
sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan,
bagaimana cara
mencarinya?” Ada
yang menjawab :
“Cari mulai dari bagian
tengah.” Ada pula
yang menjawab :
“Cari di rerumputan
yang cekung ke
dalam.” Dan ada yang
menjawab : “Cari di
rumput yang paling
tinggi.” Pelatih
memberikan jawaban
yang paling tepat :
“Setapak demi
setapak cari dari
ujung rumput yang
sebelah sini hingga ke
rumput sebelah
sana.”
*Ternyata jalan
menuju keberhasilan
sangat gampang,
cukup melakukan
segala sesuatunya
setahap demi
setahap secara
berurutan, jangan
meloncat – loncat.
Katak yang tinggal di
sawah berkata
kepada katak yang
tinggal di pinggir
jalan : “Tempatmu
terlalu berbahaya,
tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan
menjawab : “Aku
sudah terbiasa,
malas untuk pindah.”
Beberapa hari
kemudian katak
“sawah” menjenguk
katak “pinggir jalan”
dan menemukan
bahwa si katak
sudah mati dilindas
mobil yang lewat.
*Ternyata sangat
mudah
menggenggam nasib
kita sendiri, cukup
hindari kemalasan
saja.
Ada segerombolan
orang yang berjalan di
padang pasir, semua
berjalan dengan
berat, sangat
menderita, hanya
satu orang yang
berjalan dengan
gembira. Ada yang
bertanya : “Mengapa
engkau begitu
santai?” Dia
menjawab sambil
tertawa : “Karena
barang bawaan saya
sedikit.”
*Ternyata sangat
mudah untuk
memperoleh
kegembiraan, cukup
tidak serakah dan
memiliki secukupnya
saja.

sumber:nowilkirin.blogspot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s