Just another WordPress.com site

Sista,apa arti jilbab bagimu?

Jilbab ini tak sekedar
penutup kepala
karena rambut yang
jelek
Jilbab ini tak sekedar
penutup kulit yang
hitam atau coklat
karena
termakan iklan pingin
berkulit putih
Jilbab ini tak sekedar
penutup kaki yang
tidak panjang
semampai
Jilbab ini tak sekedar
ingin ikut-ikutan tren
karena banyak artis
berjilbab
Jilbab ini tak sekedar
karena beli bahan
kepanjangan mau
buat apa sisanya
Jilbab ini bukan
dipakai karena
memang terpaksa
karena instansi
tempat
kita belajar atau
bekerja
mengharuskan kita
untuk berjilbab
Jilbab ini dipakai
bukan karena ingin
mencari perhatian
lawan jenis agar
dinilai alim …
Muslimah, lebih dari
itu semua, ketahuilah
bahwa di antara
kasih sayang Allah
terhadap kaum
wanita adalah tidak
mengabaikan hal-hal
yang dapat menjadi
kemaslahatan bagi
mereka kecuali
menganjurkannya
dan
memerintahkannya,
dan tidak
membiarkan apapun
yang
membahayakannya
kecuali
memperingatkannya
dan
menghindarkannya
dari mereka.
Muslimah, bentuk
kasih sayang Allah
kepada kaum
perempuan adalah
memerintahkannya
supaya mengenakan
hijab yang syar’i jika
ia telah mencapai
usia baligh dan lebih
banyak menetap
dirumah. Allah
berfirman dalam QS.
Al-Ahzab 33, “Dan
hendaklah kamu
tetap dirumahmu dan
janganlah kamu
berhias dan
bertingkahlaku
seperti orang-orang
jahiliah yang dahulu
dan dirikanlah salat,
tunaikanlah zakat
dan taatilah Allah dan
Rasul-Nya.
Sesungguhnya Allah
bermaksud hendak
menghilangkan dosa
dari kamu, hai ahli
bait dan
membersihkan kamu
sebersih-bersihnya.”
Juga dalam QS. An-
Nuur 3, “Katakanlah
kepada wanita yang
beriman, hendaklah
mereka menahan
pandangan mereka,
dan memelihara
kemaluan mereka,
dan janganlah
mereka
menampakkan
perhiasan mereka
kecuali yang (biasa)
nampak daripadanya.
Dan hendaklah
mereka menutupkan
kain kudung
kedadanya, dan
janganlah
menampakkkan
perhiasannya, kecuali
kepada suami
mereka, atau ayah
mereka, atau ayah
suami mereka, atau
putra-putra mereka,
atau putra-putra
suami mereka, atau
saudara-saudara laki-
laki mereka, atau
putra-putra saudara
laki-laki mereka atau
putra-putra saudara
perempuan mereka,
atau wanita-wanita
Islam, atau budak-
budak yang mereka
miliki, atau pelayan-
pelayan laki-laki yang
tidak mempunyai
keinginan (terhadap
wanita) atau anaka-
anak yang belum
mengerti tentang
aurat wanita. Dan
janganlah mereka
memukulkan kaki
mereka agar
diketahui perhiasan
yang mereka
sembunyikan. Dan
bertobatlah kepada
Allah, hai orang-orang
yang beriman supaya
kamu beruntung.”
Juga dalam QS. Al-
Ahzab 59, “Hai Nabi
katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-
anak perempuanmu
dan istri-istri orang
mukmin, hendaklah
mereka mengulurkan
jilbabnya keseluruh
tubuh mereka, yang
demikian itu supaya
mereka tidak
diganggu. Dan Allah
adalah Maha
Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
Bagi saudari-
saudariku yang sudah
mengenakan pakaian
muslimah tentu
sudah tidak asing lagi
dengan ayat-ayat
diatas, bukan
maksudku untuk
meremehkan kalian
semua dalam hal ini,
akan tetapi aku
tuliskan kembali
semua ini sekedar
untuk mengingatkan
kembali tentang
semangat kita
semua dalam
berpakaian
mauslimah yang
syar’i, karena di
zaman yang serba
modern saat ini
bukanlah hal mustahil
jika kita bisa saja
tergoda oleh buaian
dunia sehingga jauh
dari aturan-aturan
syariat. Naudzubillah.
Tak terkecuali diriku.
Semoga kita
terhindar dari itu
semua. Aku yakin,
dengan saling
mengingatkan di
antara kita, Insya
Allah akan
menambah keimanan
kita .
Teruntuk saudariku
yang belum terketuk
hatinya untuk
mengenakan jilbab
syar’i semoga dapat
menambah
wawasan dan
menambah
keyakinan bahwa tak
ada kerugian ketika
kita menaati apa
yang Allah
perintahkan. Saya
dan muslimah lain
mendoakan semoga
kalian diberikan
hidayah-Nya. Dan
juga para lelaki, para
suami maupun calon
suami, sudah
kewajiban Anda
untuk juga tahu akan
hal seperti ini karena
Anda adalah
pemimpin/calon
pemimpin dalam
keluarga yang
tentunya anda
mempunyai istri atau
anak-anak
perempuan yang
menjadi tanggung
jawab Anda untuk
senantiasa
mengingatkan dalam
kebaikan dan
nantinya pasti
dimintai
pertanggungjwaban.
Saudariku sudah
selayaknyalah kita
memudahkan orang-
orang yang
bertanggung jawab,
karena kesadaran
kita sendiri untuk
berjilbab karena kita
tahu kita lebih takut
kepada Allah.
Saudariku, lalu
sebenarnya hijab
yang wajib dikenakan
itu seperti apa?
1. Menutup seluruh
anggota badan
kecuali muka dan
telapak tangan
2. Tebal dan tidak
transparan
3. Tidak mengundang
fitnah atau menjadi
perhiasan bagi dirinya
4. Longgar tidak
menggunakan wangi-
wangian
5. Tidak menyerupai
kaum laki-laki
6. Tidak berbusana
seperti wanita non-
muslim
7. Tidak mencolok
Saya hanya
menuliskan poin-
poinnya saja.
Selanjutnya Anda
bisa mengakses
lewat buku-buku,
salah satunya yang
berjudul “Pakaian
Wanita Muslimah”
karya Syaikh
Utsaimin. Saudariku,
sudahkah kita, istri
kita, anak-anak kita
nantinya, saudara
perempuan kita
berjilbab sesuai
syariah? Mari
senantiasa perbaiki
niatan kita dan juga
busana kita sehingga
ketika kita
berpakaian tidak
hanya sekedar ikut
tren tapi juga berniat
melaksanakan
perintah Allah yang
menuai pahala.
Saudariku, semoga
tulisan sederhana
saya ini bisa kembali
mengingatkanku dan
kalian semua.
Dakwah tidak
sekedar berkata
akan tetapi butuh
suri tauladan.
Semoga kita bisa
mengikuti suri
tauladan yang baik,
Nabi Muhammad
Saw. Semoga kita
senantiasa
dimudahkan oleh-Nya
untuk menapaki dinul
Islam. Aamiin

sumber:nowilkirin.blogspot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s