Just another WordPress.com site

Sampingan

oh tuhanku..

Ada seorang laki – laki
yang tinggal di dekat
sebuah
sungai. Bulan – bulan
musim penghujan sudah
dimulai.
Hampir tidak ada hari
tanpa hujan baik hujan
rintik-rintik
maupun hujan lebat.
Pada suatu hari terjadi
bencana di daerah
tersebut. Karena hujan
turun deras agak
berkepanjangan,
permukaan sungai
semakin
lama semakin naik, dan
akhirnya terjadilah banjir.
Saat itu banjir sudah
sampai ketinggian lutut
orang dewasa.
Daerah tersebut pelan-
pelan mulai terisolir.
Orang – orang sudah
banyak yang mulai
mengungsi dari daerah
tersebut, takut kalau
permukaan air semakin
tinggi.
Lain dengan orang-orang
yang sudah mulai ribut
mengungsi,
lelaki tersebut tampak
tenang tinggal di rumah.
Akhirnya
datanglah truk
penyelamat berhenti di
depan rumah lelaki
tersebut.
“Pak, cepat masuk ikut
truk ini, nggak lama lagi
banjir semakin
tinggi”, teriak salah satu
regu penolong ke lelaki
tersebut.
Si lelaki menjawab:
“Tidak, terima kasih,
anda terus saja
menolong yang lain. Saya
pasti akan diselamatkan
Tuhan. Saya
ini kan sangat rajin
berdoa.”
Setelah beberapa kali
membujuk tidak berhasil,
akhirnya truk
tersebut melanjutkan
perjalanan untuk
menolong yang lain.
Permukaan air semakin
tinggi. Ketinggian mulai
mencapai 1.5
meter. Lelaki tersebut
masih di rumah, duduk di
atas almari.
Datanglah regu penolong
dengan membawa
perahu karet dan
berhenti di depan rumah
lelaki tersebut.
“Pak, cepat kesini, naik
perahu ini. Keadaan
semakin tidak
terkendali. Kemungkinan
air akan semakin
meninggi.
Lagi-lagi laki-laki tersebut
berkata: “ Terima kasih,
tidak usah
menolong saya, saya
orang yang beriman, saya
yakin Tuhan akan
selamatkan saya dari
keadaan ini.
Perahu dan regu
penolongpun pergi tanpa
dapat membawa
lelaki tersebut.
Perkiraan banjir semakin
besar ternyata menjadi
kenyatan.
Ketinggian air sudah
sedemikian tinggi
sehingga air sudah
hampir menenggelamkan
rumah-rumah disitu.
Lelaki itu
nampak di atas
wuwungan rumahnya
sambil terus berdoa.
Datanglah sebuah
helikopter dan regu
penolong. Regu
penolong melihat ada
seorang laki-laki duduk di
wuwungan
rumahnya. Mereka
melempar tangga tali dari
pesawat. Dari atas
terdengar suara dari
megaphone: “ Pak, cepat
pegang tali itu
dan naiklah kesini. “,
tetapi lagi-lagi laki-laki
tersebut menjawab
dengan berteriak:
“Terima kasih, tapi anda
tidak usah menolong
saya. Saya orang yang
beriman dan rajin berdoa.
Tuhan pasti
akan menyelamatkan
saya”.
Ketinggian banjir semakin
lama semakin naik, dan
akhirnya
seluruh rumah di daerah
tersebut sudah
terendam seluruhnya.
Bagaimana nasib lelaki
tersebut?
Lelaki tersebut akhirnya
mati tenggelam.
Di akhirat dia dihadapkan
pada Tuhan. Lelaki ini
kemudian mulai
berbicara bernada protes:
“Ya Tuhan, aku selalu
berdoa padamu,
selalu ingat padamu, tapi
kenapa aku tidak engkau
selamatkan
dari banjir itu?”
Tuhan menjawab dengan
singkat: “Aku selalu
mendengar doa-doamu,
untuk itulah aku telah
mengirimkan truk,
kemudian
perahu dan terakhir
pesawat helikopter.
Tetapi kenapa kamu
tidak ikut salah satupun?
……………
Sebuah cerita menarik.
Demikian juga dalam
kehidupan kita,
kita bekerja dan selalu
melakukan doa kepada
Allah s.w.t. Dan
Allah sudah sering
mengirimkan “truk”,
“perahu”, dan “pesawat”
kepada kita, tapi kita
tidak menyadarinya.

Begitu juga dengan jodoh..

Sumber:mutiara kalbu sebening embun pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s