Just another WordPress.com site

Sampingan

cinta seorang ayah

Yang Tidak Mampu Diucapkan Seorang Ayah
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon
untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi
tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang
mengingatkan Mama untuk menelponmu?
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu,
bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah
lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang
kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian..?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang
lebih sering mengajakmu. Pada saat dirimu masih
seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya
mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah
Papa mengganggapmu bisa, Papa akan
melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian
Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas
dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya
terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa
Papa dengan yakin akan membiarkanmu,
menatapmu, dan menjagamu agar bisa
mengayuh sepeda dengan seksama karena dia
tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta
boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan
dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak
sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu
karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat
dipenuhi.? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu
khawatir sampai kadang sedikit membentak
dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan
minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang
memperhatikan dan menasihatimu dengan
lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar
mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai
menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar
malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan:
“Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa
melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi
Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat
luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada
Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting
pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan
membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan
matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu,
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu..?
Ketika saat seorang cowok mulai sering
menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk
menemuimu, Papa akan memasang wajah paling
cool sedunia…. :’) Papa sesekali menguping atau
mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa
merasa cemburu..?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa
melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar
rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk
melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan
Papa adalah duduk di ruang tamu, dan
menunggumu pulang dengan hati yang sangat
khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu
berlarut – larut & melihat putri kecilnya pulang larut
malam hati Papa akan mengeras dan Papa akan
segera memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini
karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi
meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu
untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan
Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan
masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap
tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu
tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu
menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi
kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di
bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa
kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum
sambil memberi nasehat ini – itu, dan
menyuruhmu untuk berhati-hati.. Padahal Papa
ingin sekali menangis seperti Mama dan
memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya
menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik
ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu
KUAT. Kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang
semester dan kehidupanmu, orang pertama yang
mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti
berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa
merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta
boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa
memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang
keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak
bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin
mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan
untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu
Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan
memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan
tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri
kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh
dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat
seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan
meminta izin pada Papa untuk mengambilmu
darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan
izin. Karena Papa tahu. Bahwa lelaki itulah yang
akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di
Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki
yang di anggapnya pantas menggantikannya ,
Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu
mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi
kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada
Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan
kucintai telah menjadi wanita yang cantik.
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu
kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut
yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta
lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari
bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya. Papa,
Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang
harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak
kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas
bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia
adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa
“KAMU BISA” dalam segala hal.
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman,
dan mungkin ada baiknya jika membagikannya
kepada teman-teman yang lain. Tulisan ini aku
dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang
cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita
dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-
teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi
ayah yang HEBAT..! Yup, banyak hal yang
mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak /
Romo / Papa / Papi kita. Tapi setidaknya kini kita
mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya
selama ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s