Just another WordPress.com site

Sampingan

Tidur seperti ditindih (kamitindian:bahasa jawa)

Apakah Anda pernah terbangun dari tidur tapi
sulit bergerak ataupun berteriak ..?
Jika Anda menjawab, ya.
Berarti Anda tidak sendirian & jangan khawatir
karena Anda tidak sedang diganggu makhluk
halus (setan/hantu).
Meskipun mitos atau kepercayaan masyarakat
kita menganggap bahwa itu adalah ulah
makhluk halus.
Namun, secara ilmiah kejadian tersebut dapat di
jelaskan sebagai berikut.
Ketika kita mengalami kejadian seperti ini,
biasanya kita akan sulit sekali bergerak &
mengeluarkan suara kemudian ada sedikit rasa
dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh
tubuh.
Untuk bisa bangun & terlepas dari keadaan
tersebut satu-satunya cara adalah
menggerakkan jari kaki, ujung jari tangan atau
kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh
tubuh bisa digerakkan kembali.
Pada keadaan yang sama biasanya disertai juga
dengan munculnya bayangan kegelapan.
Nahh ..
Hal inilah yang diasumsikan oleh masyarakat
kita dengan istilah ditindih makhluk halus.
Namun, secara ilmiah, keadaan seperti ini
disebut Sleep Paralysis.
Secara medis, keadaan ketika orang akan tidur
atau bangun tidur merasa sesak napas seperti
dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak & sulit
berteriak disebut sleep paralysis alias tidur
lumpuh.
Hampir setiap orang pernah mengalaminya
setidaknya sekali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, pria
& wanita dengan usia pertama kali mengalami
gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep
paralysis memang bisa berlangsung dalam
beberapa detik hingga menit.
Uniknya, saat tindihan terjadi kita sering
mengalami halusinasi, seperti melihat sosok
atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur.
Maka jangan heran, jika fenomena ini pun
sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena masalah tidur ini
sering disebut mimpi buruk inkubus atau old
hag berdasarkan bentuk bayangan yang
muncul.
Ada juga yang merasa melihat agen rahasia
asing atau alien.
Sementara di beberapa lukisan abad
pertengahan, tindihan digambarkan dengan
sosok roh jahat menduduki dada seorang
perempuan hingga ia ketakutan dan sulit
bernapas.
Sebab-Akibat
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas
Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis
halusinasi karena adanya malfungsi tidur di
tahap (REM) Rapid Eye Movement.
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang
otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan.
Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita
masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih
dalam, tidur paling dalam dan tahap REM.
Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang
tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan
tidur yang seharusnya.
Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke
tahap tidur paling ringan, lalu langsung
melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM
tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis
terjadi.
Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa
digerakkan.
Ditambah lagi adanya halusinasi yang muncul
dalam wujud sosok lain yang sebenarnya ini
merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan
sesuatu yang tidak dapat dikontrol.
Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam
mimpi.
Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh.
Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga
kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang
tidak teratur.
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut
diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga
merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur
mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep
apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.
Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini,
sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur
selama beberapa minggu.
Ini akan membantu Anda mengetahui
penyebabnya.
Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila
tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih
banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh.
Jika sudah menimbulkan sleep paralysis,
kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi
diri & cukupi kebutuhan tidur.
Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama
setiap malam.
Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya
terjadi pada orang yang tidur dalam posisi
telentang (wajah menghadap keatas dan hampir
nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga
dari tidur).
Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi
tidur untuk mengurangi risiko terserang
gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya
segera ke dokter ahli atau laboratorium untuk
diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan
menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah
berlangsung berapa lama.
Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat
membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Nahh ..
Bagaimana guys .. ?
Saya harap Anda sudah mengerti mengenai
fenomena tidur seperti ditindih setan secara
ilmiah pada artikel kali ini.
Jika Anda punya pengalaman atau penjelasan
lain mengenai pembahasan diatas, silahkan tulis
dikotak komentar.
Semoga bermanfaat ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s