Just another WordPress.com site

Sampingan

4 Rahasia Sukses Meraih Mimpi

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan
beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya
ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang
ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan
panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau
pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu
mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang
bisa saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak,
Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling
tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu
menurut Anda, apa yang menjadi rahasia
kesuksesan Anda?”
Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini
dengan serius.
” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,”
begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA
“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu,
khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang
melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari
mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu
melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali,
nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki
ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang
kelihatan).
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru
dan kyai dicium tangannya, sementara kepada
ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja
dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan
rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri
di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit
sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji
guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum
dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru
kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah
tergantung pada ridho kedua orang tua.
Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa
ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil
napas sejenak.
RAHASIA KEDUA
“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan.
“Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah.
Allah berjanji membalas setiap uang yang kita
keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah
mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa
mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta
dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari
marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah
kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan,
terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik,
ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada pengemis datang
meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah
sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri
pengemis itu dengan pemberian yang baik dan
sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih
baik memberinya dengan uang kertas, bukan
uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang
masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang
dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap
hormat kalau perlu sambil menunduk
(menghormat) . Pengemis yang Anda beri
dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya,
‘Belum pernah ada orang yang memberi dan
menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau
tidak, dia akan mendoakan Anda dengan
kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak
pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula
yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja
dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan
dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa
yang diucapkannya itu. Memberi pengemis
dengan selembar uang ribuan yang masih bagus
dan memberikannya dengan dua tangan sambil
sedikit membungkuk hormat. Saya lihat
pengemis itu memang berbinar dan betapa
berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA
“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari
jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau
mengawali penjelasannya untuk rahasia
ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu,
bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi?
Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu
ada jalannya.”
“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira
artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan
memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak
diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq
2-3).
“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita
mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,”
tanya beliau.
“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir
cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-
Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan
mengirim rejeki itu datang untuk kita.
“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang
yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang
yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban
beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat
seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak
disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu
balasannya adalah Allah akan memberikan
kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka
pula.”
“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.
“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun
butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang,
mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja.
Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa
menolongnya, segera bantulah.”
“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang
kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah
kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah,
atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma
bohongan. Sumbangan yang katanya untuk
rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,”
saya bertanya lagi.
“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti
itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya
dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia
itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau
tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh
makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya
itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti,
serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi
perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan
pemberian Anda.”
RAHASIA KEEMPAT
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-
manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka
kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah
jawaban yang begitu serius dan panjang.
Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat
rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai.
“Jangan mempermainkan wanita”.
Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa
maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan
teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan
biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film
saja.
“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau
suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di
saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi
meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia
di rumah menunggu dan berdoa untuk
keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut
besama Anda di kala Anda susah, penghasilan
yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya,
dia mendampingi Anda dan mendukung segala
usaha Anda untuk berhasil.”
“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan
maksudnya.
“Banyak orang yang kemudian ketika sukses,
uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah
lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain
pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi
secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu
menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat,
pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di
kala susah, mendukung dan berdoa untuk
kesuksesan Anda. Namun ketika Anda
mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya.
Atau Anda menduakannya. “
Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam
hati.
“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah
jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri
lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya
menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk
biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena
hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya
itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan
dirinya,” beliau melanjutkan.
Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke
rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya
menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki
dan 1 anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada
tamu yang datang….
++++++++++++ +++++++
KEDAHSYATAN SEDEKAH
Sedekah adalah penolak bala, penyubur
pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir
benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada
tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya,
Allah yang Mahakaya akan membalasnya
hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!
Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang
dikeluarkan di jalan Allah yang disertai
dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul
sendiri membuat perbandingan. Dalam
sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas
bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Allah
SWT menciptakan bumi, maka bumi pun
bergetar. Lalu Allah pun menciptakan
gunung dengan kekuatan yang telah
diberikan kepadanya, ternyata bumi pun
terdiam. Para malaikat terheran-heran akan
penciptaan gunung tersebut.
Kemudian mereka bertanya, ‘Ya Rabbi,
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat dari pada gunung?’.
Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu besi’.Para
malaikat pun kembali bertanya, ‘Ya Rabbi
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat dari besi?’.
Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu api’.
Bertanya kembali para malaikat, ‘Ya Rabbi
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat dari api?’.
Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu air’.
‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-
Mu yang lebih kuat dari air?’ tanya para
malaikat.
Allah pun menjawab, ‘ Ada , yaitu angin’.
Akhirnya para malaikat bertanya lagi, ‘Ya
Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu
yang lebih dari semua itu?’.
Allah yang Mahagagah menjawab, ‘ Ada ,
yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan
sedekah dengan tangan kanannya sementara
tangan kirinya tidak mengetahuinya’ .”
Subhanallah. …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s