Just another WordPress.com site

Sampingan

lumpur hidup

Anak cucu Adam yang (entah) perawan
Telanjang dan berjalan mengelilingi taman
Tak perduli kemaluannya terkikis zaman
Apa kemaluan namanya jika tak malu bila
terlihat dan hanya tersipu-sipu bila terlijat?
Apa kemalauan namanya jika tak tertutup
dan banyak tangan kotor yang
menyentuhnya?
Anak itu masih terus memamerkan barang
rongsokannya,
Sementara para pemuka agama menyebut
nama Tuhan dengan bibir yang bergetar
Entah karena takutnya pada Tuhan
Atau bergetar karena takluk pada
syahwatnya.
Anak itu adalah lumpur hidup,
Semakin kau lawan semakin kau akan
tenggalam olehnya.
Namun…
Sebenarnya mereka tak ingin terus
menerus bermain dengan kenikmatan
semu itu
Mereka butuh seseorang yang tulus
mengangkatnya dari sana.
Mereka masih menyimpan sebuah
permata
Namun terkubur oleh indahnya tawaran
dunia
Jangan hina mereka,
Sebab hinaanmu akan lebih hina dari hidup
mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s