Just another WordPress.com site

Sampingan

perempuan cemas

Purnama ke-tujuh telah pergi
meninggalkan Bulan
Menelan penerang jiwa, menjajikan
kegelapan
Gemerincing lonceng sang penjaga malam
menohok kesendirian
Dikhusyukan oleh desiran hymne
dedaunan
Berlapis langit mendung menyelimuti jiwa
Berhias kecemasan, kesedihan dan air mata
Kesunyian dan rindu telah menikam dada
Membunuh kehangatan diatas dinginnya
rasa
Malaikat menghampiri dengan sayap-sayap
birunya
Tersenyum, mengitarinya dengan butiran
emas membasuh luka
Aroma wangi surgawi merasuki setiap
aliran darah
Mencekik perasaan jahat yang menyelimuti
jantungnya
Bius sukma merasuki sudut-sudut kalbu
Menggugurkan kelopak melati utusan dari
sang rindu
Gulana tumbuh dengan duri-duri dari sang
mawar
Meracuni gairah bagi para pecinta sejati,
bagai khamar
Malam mencekam, masih menyimpan
sejuta misteri
Penghuni kegelapan masih bermain
dengan kehampaan
Perempuan Cemas tetap mengubur
rahasianya
Di dalam lembah-lembah kehancuran yang
sunyi
Tanpa nyanyian serangga malam
Sampai subuh habis dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s