Just another WordPress.com site

Sampingan

sekotak senyum buat kakak

“Dia memang tidak akan pernah kesepian. Dia tau
itu… hahaha… Bunga…” Naya mengusap
gundukan tanah itu, dia tersenyum saat melihat
nama yang tertera di papan nisan “kamu lihat kan?
Moses kangen sama kamu makanya dia rajin
datangin kamu.”
Moses bersandar di pohon yang sengaja
ditanamnya sejak Bunga pertama kali menjadi
penghuni tetap ‘tempat’ ini. pohon bunga
kamboja. “Dia sangat suka dengan pohonnya.
bukan bunga nya,” Moses memandangi pohon
itu. Naya hanya tertawa.
“Dia manusia teraneh yang pernah ku temukan.”
Naya berbaring dan memeluk gundukan tanah itu
“Dia wanita terindah yang pernah ku temukan.”
Naya memperhatikan raut wajah Moses, sarat
kesedihan dan penyesalan luarbiasa.
Jika seseorang yang sangat mencintai mu,
mencintai semua tentang mu, meninggalkan mu
untuk selamanya dan kehilangan baru terasa di
hatimu setelah kepergiannya karena selama ini kau
sibuk dengan urusan mu dan sama sekali tidak
perduli tentangnya, maka kau akan merasakan
kepedihan luarbiasa. Dan Moses memang pantas
untuk bersedih.
Bunga sangat mencintai Moses.
Sekilas Naya melihat guratan senyum di bibir
Moses. “lo ketawa? hahaha.. kenapa? ada yang
lucu lagi tentang Bunga?” dia duduk ingin
mendengarkan penjelasan Moses.
“hahaha.. Iya. Dia memang selalu lucu. Lo ingat
nggak waktu tanggal ulang tahun gue? gue yakin
lu pasti ingat kan lu salah satu pelakunya
juga.hahaha.”
Naya mengangguk dengan semangat, dia hampir
terbahak.
“sebenarnya ada kejadian unik tentang itu.”
sambung Moses.
“waktu lu kabur, dia datang ke kantor gue.
hahaha.. dan lo tau dia ngapain? dia sama sekali
nggak ngapa-ngapain. dia hanya berdiri di luar
dan berdiri memandang kedalam lewat dinding
kaca.” Moses tertawa dengan nada aneh. “Tapi
waktu itu gue sibuk banget. gue gak tau dia
datang sampai Daniel yang ngasih tau gue.
hahaha.. pas gue liad ke belakang, dia kaget
setengah mati. dia salah tingkah dan buru-buru
membalikkan badannya. mungkin kalau ada
lubang di kakinya, dia bakal nyungsep tuh ke
lubang hahaha…”
Naya ikut tertawa. Moses yang banyak tertawa
bukanlah Moses yang sesungguhnya. Moses
hanya sedang menutupi besarnya perih yang
dirasakannya. Tapi Naya selalu berusaha
memahami Moses. Pujaan hati sahatnya itu.
“lalu dia mengetok dinding kaca, gue kira dia udah
pergi tapi rupanya dia masih berdiri di sana. Daniel
bilang Bunga meminta gue keluar sebentar. waktu
gue keluar, Bunga langsung nyodorin bungkusan
putih ke gue. gue heran. gue bilang, untuk apa?
mawar jawab, ‘kakak ulang tahun kan? itu untuk
kakak. udah yah kak, bye’ trus pergi gitu aja gak
noleh-noleh ke belakang lagi. hahaha.. dia
memang selalu lucu.. Bunga.. ” Moses tiba-tiba
terdiam.
Moses dan Naya menatap ukiran nama yang ada
di sana.
Bunga Deka [01 April 1993-18 januari 2011]
“gue emang jahat. Lihat Nay, gue emang jahat.
kado dari Bunga gue biarin gitu aja ngusang di
bawah temoat tidur. Ini.” Moses menunjukkan
sebuah kotak putih yang berbungkus plastik putih
juga dari balik punggungnya.
Naya terperangah.
“haha..ia Nay, gue laki-laki paling jahat sedunia.
sibuk sama urusan sendiri, sibuk sama obsesi
sendiri, sibuk sama kepintaran gue sendiri. gue
terlalu melaju kencang sampai-sampai gue nggak
lihat Bunga yang mencoba mengejar dengan
kakinya yang kecil itu. berkali kali dia manggil, “kak
Moses,’ ‘kak Moses’, ‘kak Moses’. gue abaikan
semua. gue malas mereplay pesannya. gue
merasa itu tidak penting. tapi dia tetap menyapa,
‘kak Moses’. gue benar-benar udah tuli dan buta!
gue brengsek!” Moses hampir meneteskan
airmata lagi.
Naya beranjak duduk di dekat Moses. dia
mengusap punggung Moses, “Ses…”. Naya sedih.
“padahal sebenarnya gue care ama dia. entah
kenapa gue sebenarnya senang liad nih anak. tapi
gue udah gila sama kerjaan gue. project-project
nggak penting itu! persetan kalian semua! Bunga…
maaf Bunga…”
di peluknya erat bungkusan putih itu. “Bunga…”
“mungkin sebaiknya lo buka aja deh. udah lewat
setahun. emang lo nggak penasaran sama
isinya?” Naya mencoba menghibur dengan
senyuman.
“walau gue penasaran setengah mati, gue bakal
nunggu waktunya gue ketemu ama dia lagi untuk
nanya langsung ke dia.” Moses mengusap nama
Bunga.
“bagaimana kalau dia tidak menunggumu?”
Moses terhenyak.
“apa lo nggak kenal sama Bunga? dia keras kepala
dan agak pemaksa. dia nggak suka nunggu. dan
lo tau apa kata nya sehabis dia memberi mu kado
itu?”
Moses melirik Naya.
“,’semoga Kak Moses suka sama kadonya’ udah
itu dia ketawa-ketawa sendiri kek orang sarap.
jadi, sewaktu nanti kalian bertemu lagi dan lu
nanya sama dia tentang isi kadonya, lu bakal bikin
dia kecewa berat karena lu samasekali nggak
pernah menyentuh pemberiannya itu. padahal dia
mempersiapkan itu dengan menahan malu
luarbiasa. hahahaha… udaahh.. buka aja. gue juga
penasaran sama isinya. dia nggak ngasih tau gue
soalnya.”
Moses pun membuka bungkusan itu.
kosong.
“tuh kan? gue bilang juga apa? dia itu aneh!” Naya
agak kesal padahal Naya udah mengharapkan
sesuatu yang mengejutkan seperti sifat Bunga
yang luarbiasa itu.
Moses melihat ada sesuatu yang terselip di sela-
sela kotak kado. kertas kecil. ditariknya. dibacanya:
kakak pasti kaget kan karena isinya kosong?
itu nggak kosong kok kak, aku sudah
memasukkan banyak sekali senyuman, semangat
dan pelukan untuk kakak di kotak itu.
jadi, saat kakak sedih, hilang arah dan butuh
semangat kakak buka aja kotaknya dengan begitu
kakak akan pulih kembali.
nanti aku isi lagi kalo senyum, semangat sama
pelukannya udah abis. =D
simsalabin… hahahah… tetap semangat dan sehat
selalu ya kak Moses. fighting!!!
nb : bukanya sekali-sekali saja ya kak, jangan
sampai Overdosis!
BUNGA.
tak bisa di bendung lagi airmata Moses pun
tumpah, kotak itu di usap-usap nya lalu di
peluknya lebih erat, “Bunga…! Bungaa..”
Naya hanya terpaku dengan isi kertas itu.
‘Bunga..’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s