Just another WordPress.com site

Sampingan

USIA 18TH SUDAH JADI BOS PERLENGKAPAN OLAHRAGA

Menjadi pengusaha tidak harus menunggu usia
tua dan modal yang besar. Usia muda tidak
menghalangi seseorang sukses mengembangkan
bisnis.
Berangkat dari hobi olah raga, Rafael Rizki
Adventus atau biasa disapa Rizki mulai merintis
bisnisnya. Remaja kelahiran Jakarta 4 september
1994 ini melihat sebuah peluang melalui
pembuatan kostum basket dan futsal yang biasa
dia pakai bersama teman-temannya untuk
bertanding. Dari situ Rizki mengaku menemukan
ide awal menjadikan ini sebagai sumber
penghasilan. Ini adalah pintu masuknya merintis
bisnis perlengkapan olah raga.
Rizki adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Bangka
belitung adalah daerah asal dari anak muda. Ayah
dan ibunya dibesarkan di Bangka Belitung
kemudian pindah ke Jakarta untuk bekerja. Sadar
bukan anak orang kaya, Rizki berambisi untuk
sukses di masa depan.
“Saya hobi olah raga, basket dan futsal. Kemudian
saya berangkat dengan latar belakang keluarga
yang kurang mampu, di mana teman-teman
saya orang yang berkecukupan. Saya harus bisa
berhasil dan membahagiakan kedua orang tua
saya, saya harus sukses,” kata Rizki saat
berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Sabtu
(2/3).
Di awal usahanya, Rizki mengaku tidak memiliki
modal besar untuk memulai usaha. Yang dia
punya hanyalah niat dan keberanian. Kemudian
Rizki menjalin kerja sama dengan rumah-rumah
produksi yang membuat jersey, jaket, kaos
basket dan kaos futsal. “Modal niat yang
pertama,” katanya.
Dengan bendera atau label ‘Motion’ Rizki dengan
sabar dan ulet menjajakan barang dagangannya.
Dalam pandangannya, kesabaran dan keuletan
merupakan kunci untuk meraih kesuksesan.
Siswa kelas 3 SMA Sang Timur Jakarta ini
menceritakan, Motion didirikan pada tanggal 11
Februari 2010. Rizki mengaku jika semua
keperluan baju olah raga tersedia di tempatnya.
Saat ini, dia sudah memiliki 100 mitra yang
mendistribusikan produknya ke seluruh Indonesia
dan beberapa negara lain.
“Omzet ya Rp 100 juta hingga Rp 150 juta per
bulan dengan keuntungan 20-30 persen,” ungkap
Rizki.
Merintis bisnis tentu saja tidak lepas dari risiko dan
kegagalan. Rizki juga merasakan hal itu di awal
usahanya merintis bisnis. Karena belum
mempunyai pengalaman yang cukup di dunia
industri konveksi atau garment, dia sempat putus
asa dan berpikiran untuk berhenti menggeluti
usahanya.
Beruntung dia masih memiliki mimpi dan tekad
yang kuat, yang akhirnya menguatkan Rizki untuk
terus belajar serta melanjutkan bisnis yang sudah
dirintisnya.
“Itu hal biasa, yang penting kita komitmen, fokus
dan konsisten. Komitmen dengan impian anda,
fokus dengan masa depan, dan konsisten dengan
sikap yang kita miliki,” tegasnya.
Bisnisnya pun semakin berkembang seiring
dengan makin pesatnya perkembangan teknologi.
Dia memanfaatkan itu sebagai strategi promosi.
Rizki melakukan promosi melalui jejaring sosial
dan internet.
Untuk terus mendongkrak omzet, dia selalu
mengambil bagian dalam setiap event atau
kegiatan olahraga. Kompetisi olahraga antar
sekolah, mulai dari SD, SMP hingga perguruan
tinggi dia sponsori.
“Kita sponsori event-event olahraga dan itu kerja
sama yang saling menguntungkan,” kata Rizki.
Di usia muda, Rizki sudah berpikir bahwa dia tidak
mau menikmati kesuksesan itu sendirian. Dia
membuka kesempatan bagi orang lain untuk
menjadi reseller. Kesempatan dibuka untuk siapa
saja yang serius dan fokus untuk menggeluti
usaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s