Just another WordPress.com site

Menembus batas antara mimpi dan realitj

indahnya saling berbagi.

Terbaru

Sampingan

upgradelah soft skillmu

Pengalaman 10 Tahun atau 1 Tahun diulang 10 X
Alex, seorang karyawan usia 30 Tahun. Ia bekerja
di salah satu perusahaan swasta. Selepas kuliah di
D3 keuangan, ia langsung bekerja di perusahaan
tersebut sebagai staff finance. Tak terasa ia sudah
10 tahun bekerja di posisi yang sama.
Sekali waktu, ia curhat pada bos nya, Pak Rubi,
Finance Manager yang telah bekerja 12 tahun di
sana. Alex protes tentang penghasilan nya saat
ini. Ia merasa kurang puas kok penghasilan ia,
beda tipis dengan staff finance yang baru kerja
selama 1-2 tahun, padahal Alex sudah bekerja
sudah 10 tahun di sana.
“Bos, di sini tidak adil, masa gaji saya yang udah
kerja 10 tahun hampir sama dengan Sinta yang
baru kerja 1 tahun. Ini bikin saya gak motivasi
kerja bos.”
Pak Rubi mendengarkan keluhan Alex dengan
seksama dan langsung merespon.
“Thanks ya Lex sudah mau berbagi apa yang
dirasakan, Bapak memahami apa yang Alex
keluhkan. Bapak ikut merasakan apa yang Alex
rasakan. Seperti yang tadi Alex keluhkan, bekerja
selama 10 Tahun namun penghasilan kok hampir
sama dengan Sinta yang baru 1 Tahun bekerja”
“Iya Pak, bener saya kecewa, kesel. Thanks Pak
dah mau dengerin keluhan saya” Ujar Alex
Pak Rubi kembali bertanya…
“Terima Kasih juga Lex, Oh iya waktu kamu
pertama kali masuk di sini, Alex di rekrut sebagai
apa, tugas Alex serta kompetensi Alex saat itu dan
tahun pertama di sini ?”
“Saya bekerja sebagai Staff keuangan Pak, karena
sesuai dengan pendidikan saya D3 keuangan,
Tahun pertama di sini saya belajar, meyesuaikan
diri dari dunia kampus ke dunia pekerjaan, belajar
software keuangan, hingga saya pun mahir
bekerja sebagai staff keuangan Tukas Alex.
Pak Rubi kembali bertanya:
“Lalu di Tahun ke 2 hingga Tahun ke 10, apa saja
yang Alex lakukan di pekerjaan sebagai staff
keuangan ?”
“Saya bekerja sebaik-baik nya mengikuti prosedur
yang ada Pak, Ikut peraturan dan tugas yang
perusahaan berikan Pak” Ujar Alex.
Pak Rubi pun bertanya kembali.
“Lex, selama 10 Tahun bekerja disini, pernahkah
terfikir, berusaha dan action untuk upgrade diri,
up date ilmu keuangan terkini, belajar soft skill,
problem solving, kemampuan komunikasi,
leadership atau hanya fokus ke rutinitas sebagai
staff keuangan”
“Untuk posisi sekarang, Bagi saya ilmu saya
sudah cukup bos, saya sudah terbiasa dengan
pekerjaan saya bos, jadi saya merasa tidak perlu
belajar lagi dan selama bekerja pun saya tidak
pernah melakukan kesalahan dalam membuat
laporan dan selalu akurat dan on time” Jawab
Alex.
Pak Rubi kembali bertanya untuk menegaskan ”
Berarti tugas, tanggung jawab Alex dan Sinta
sama Lex ? “
“Ya sama lah Bos, kan sama2 staff keuangan,
bedanya Sinta 1 tahun kerja sedangkan saya
sudah 10 tahun kerja “ Tegas Alex
“Iya benar, Alex sudah bekerja di perusahaan ini
selama 10 Tahun, seperti yang tadi Alex katakan,
Alex masuk ke perusahaan ini dengan kompetensi
sebagai staff keuangan 10 tahun lalu, persis sama
dengan kompetensi Alex sekarang.
Kadang ada orang yang bekerja 10 tahun namun
di posisi yang sama, namun dari pengalaman,
kompetensi sama dengan yang kerja 1 Tahun,
bedanya Ia mengulang pengalaman 1 Tahun
selama 10 kali, itu dilakukan tanpa upgrade diri”
Kamu orang nya rajin Lex, disiplin dan komitmen
bekerja, umur mu pun masih muda, teruslah
upgrade diri, masih ada kesempatan untuk belajar
teknologi softskill dan ilmu terkini sesuai
bidangmu.
…………….
6 Bulan setelah coaching dengan Pak Rubi, Alex
promosi menjadi Supervisor Finance. Ia
mengikuti saran Pak Rubi untuk upgrade diri.
Jadilah yang berpengalaman 10 Tahun tidak hanya
pengalaman 1 tahun yang diulang 10 kali, lakukan
upgrade diri

Iklan
Sampingan

upgradelah soft skillmu

Pengalaman 10 Tahun atau 1 Tahun diulang 10 X
Alex, seorang karyawan usia 30 Tahun. Ia bekerja
di salah satu perusahaan swasta. Selepas kuliah di
D3 keuangan, ia langsung bekerja di perusahaan
tersebut sebagai staff finance. Tak terasa ia sudah
10 tahun bekerja di posisi yang sama.
Sekali waktu, ia curhat pada bos nya, Pak Rubi,
Finance Manager yang telah bekerja 12 tahun di
sana. Alex protes tentang penghasilan nya saat
ini. Ia merasa kurang puas kok penghasilan ia,
beda tipis dengan staff finance yang baru kerja
selama 1-2 tahun, padahal Alex sudah bekerja
sudah 10 tahun di sana.
“Bos, di sini tidak adil, masa gaji saya yang udah
kerja 10 tahun hampir sama dengan Sinta yang
baru kerja 1 tahun. Ini bikin saya gak motivasi
kerja bos.”
Pak Rubi mendengarkan keluhan Alex dengan
seksama dan langsung merespon.
“Thanks ya Lex sudah mau berbagi apa yang
dirasakan, Bapak memahami apa yang Alex
keluhkan. Bapak ikut merasakan apa yang Alex
rasakan. Seperti yang tadi Alex keluhkan, bekerja
selama 10 Tahun namun penghasilan kok hampir
sama dengan Sinta yang baru 1 Tahun bekerja”
“Iya Pak, bener saya kecewa, kesel. Thanks Pak
dah mau dengerin keluhan saya” Ujar Alex
Pak Rubi kembali bertanya…
“Terima Kasih juga Lex, Oh iya waktu kamu
pertama kali masuk di sini, Alex di rekrut sebagai
apa, tugas Alex serta kompetensi Alex saat itu dan
tahun pertama di sini ?”
“Saya bekerja sebagai Staff keuangan Pak, karena
sesuai dengan pendidikan saya D3 keuangan,
Tahun pertama di sini saya belajar, meyesuaikan
diri dari dunia kampus ke dunia pekerjaan, belajar
software keuangan, hingga saya pun mahir
bekerja sebagai staff keuangan Tukas Alex.
Pak Rubi kembali bertanya:
“Lalu di Tahun ke 2 hingga Tahun ke 10, apa saja
yang Alex lakukan di pekerjaan sebagai staff
keuangan ?”
“Saya bekerja sebaik-baik nya mengikuti prosedur
yang ada Pak, Ikut peraturan dan tugas yang
perusahaan berikan Pak” Ujar Alex.
Pak Rubi pun bertanya kembali.
“Lex, selama 10 Tahun bekerja disini, pernahkah
terfikir, berusaha dan action untuk upgrade diri,
up date ilmu keuangan terkini, belajar soft skill,
problem solving, kemampuan komunikasi,
leadership atau hanya fokus ke rutinitas sebagai
staff keuangan”
“Untuk posisi sekarang, Bagi saya ilmu saya
sudah cukup bos, saya sudah terbiasa dengan
pekerjaan saya bos, jadi saya merasa tidak perlu
belajar lagi dan selama bekerja pun saya tidak
pernah melakukan kesalahan dalam membuat
laporan dan selalu akurat dan on time” Jawab
Alex.
Pak Rubi kembali bertanya untuk menegaskan ”
Berarti tugas, tanggung jawab Alex dan Sinta
sama Lex ? “
“Ya sama lah Bos, kan sama2 staff keuangan,
bedanya Sinta 1 tahun kerja sedangkan saya
sudah 10 tahun kerja “ Tegas Alex
“Iya benar, Alex sudah bekerja di perusahaan ini
selama 10 Tahun, seperti yang tadi Alex katakan,
Alex masuk ke perusahaan ini dengan kompetensi
sebagai staff keuangan 10 tahun lalu, persis sama
dengan kompetensi Alex sekarang.
Kadang ada orang yang bekerja 10 tahun namun
di posisi yang sama, namun dari pengalaman,
kompetensi sama dengan yang kerja 1 Tahun,
bedanya Ia mengulang pengalaman 1 Tahun
selama 10 kali, itu dilakukan tanpa upgrade diri”
Kamu orang nya rajin Lex, disiplin dan komitmen
bekerja, umur mu pun masih muda, teruslah
upgrade diri, masih ada kesempatan untuk belajar
teknologi softskill dan ilmu terkini sesuai
bidangmu.
…………….
6 Bulan setelah coaching dengan Pak Rubi, Alex
promosi menjadi Supervisor Finance. Ia
mengikuti saran Pak Rubi untuk upgrade diri.
Jadilah yang berpengalaman 10 Tahun tidak hanya
pengalaman 1 tahun yang diulang 10 kali, lakukan
upgrade diri

Sampingan

tes

tes fp

Sampingan

Tips buat jomblowan biar dapet gebetan

okay.. kalo cuma mo baca sekilas
aja, tutup segera.. karena kalo baca
sekilas, dijamin ada penyesalan
yang cukup dalam deh.. disini ada
beberapa tips dan trik untuk SSI.
kita komunitas ada di internet, dan cukup
banget cari pasangan “hohohihe” baik
lewat YM, FS ato jaringan komunitas
lainnya..
pada gimana nih SSInya ? denger-
denger ada yang yahud sekali sampai
bisa dikatakan ato mengatakan dirinya
Raja SSI bagi dong bro.. tipsnya
haha.. dengan ini sih aq pribadi bukan
mo ngomong kalo saya pinter, tapi.. ga
ada salahnya kan kalo kita saling bagi
disini.. namanya kota buaya.. ya minim
sikap dan sifat kayak buaya… tapi jangan
yang KUNO…
jaman dulu orang ngegombal.. jaman
sekarang kita pake Kanebo aja
(quote by exe dan originally created by
exe)
ada dua sih SSI yang umum dipake
setelah saya sempat tuker pikiran dan
filsafat (halah…) sama Wildworld bali
yang kita kenal sebagai salah satu
kolektor cewe paling galak dan ganas di
per-WPan bali.
1. SSI ke WP. (Wanita Penghibur,
Wanita Panggilan, Wanita Pemijat
dan lain sebagainya) dan aq
pribadi sama sekali ga bisa,
kalopun ada yang berhasil, itu
cuma keberuntungan aja yang
lagi berpihak sama kucing oglek.
2. SSI ke Wanita bukan WP alias
cewe rumahan, cewe baik-baik,
cewe biasa, atau cewe yang mo
dipacari, diajak melakukan suatu
hubungan khusus dll.
nah diantara kesemua itu cuma ada satu
prinsip yang menurut ku adalah cara
paling gampang dan paling sukses untuk
dilakukan.. yaitu membuat mereka
menjadi nyaman atau fun..
dan bro..
you won’t believe what will come up
with that
ntar saya bagikan beberapa trik yang
sudah saya praktekin sendiri.. ohya..
dibandingkan dengan mendapat cowok
yang cakep dan bego… cewe lebih suka
dengan laki-laki yang cakep, pintar dan
fun
kalo bro ngerasa ga cakep.. syarat
lainnya adalah bro mesti pinter dan fun..
kalo engga..
well.. gimana ya..
mungkin di laut ada yang mau.. jadi bro
bisa ke laut aja.. *kidding*
sebelum ada komentar untuk saran
menggunakan duit saja sebagai sarana
bypass dapetin cewe.. mohon kesediaan
para Boss-Boss kaya raya untuk tidak
merendahkan thread ini.. ya saya tau
beberapa bisa dapetin cewe dengan duit
dan dengan sekedar menjentikkan
tangan bisa dapet banyak cewe..
mungkin ada yang kekayaannya ga
habis sampe 7 turunan.. at least, cara ini
mungkin masih bisa valid sampe
keturunan yang ke-8 dimana kekayaan
dah abis
okay.. first of all.. ini tips buat kenalan
dengan seseorang yang baru. yang
menarik perhatian kamu..
tinggalkan cara rayuan pulau kelapa,
pulau kopra ataupun pulau buah-buahan
tropis lainnya…
1. jangan bilang kamu tuh cewe
paling cantik yang pernah aku
temui , hasil dari ini sudah sangat
jelas.. ini adalah gombalan kelas
playgroup.. please.. hentikan ini
sebelum dia mulai mual dan
muntah darah. Cewek-cewek
akan berfikir bahwa anda tukang
gombal yang seharusnya mulai
mencuci mulutnya di laut, jadi
kalo bro dah ngomong gini,
mending ke laut aja.
2. jangan ga pede dan jangan ke-
pedean. Orang ga pede itu ga ada
untungnya.. dan orang ke-pedean
sangat menyebalkan. Beberapa
cewe senang dengan cowok
yang PEDE tapi PEDE apa adanya
bukan PEDE ada apanya.
3. berkenalan apa adanya, jangan
berbohong.. sedikit memanipulasi
boleh tapi tidak berbohong,
memanipulasi bisa seperti ini..
misal ditanya ama cewe-nya
“kmu udah nikah belum sih ?”,
ga perlu jawab.. bilang aja
“kenapa? kamu tertarik ya untuk
nikahi aku ya? ” ,
lalu segera alihkan topic
pembicaraan ato ajak becanda..
dia akan melupakannya.
4. biasakan untuk tidak menjelek-
jelekkan orang lain, pada cewe
bodoh.. dia akan berfikir bahwa
anda sok pintar.. pada cewe
pintar, anda akan nampak sebagai
tukang adu domba.
5. Nama adalah hal yang penting,
jangan pernah lupa.. jangan lupa
bertanya namanya dan jangan
melupakannya, kalau bisa beri dia
julukan yang akan dia kenang
selamanya.. intinya being
noticeable in special way.
contoh :
suatu ketika saya berkenalan
dengan seorang cewe yang
cakep, putih, dan baik hati.. saya
beri julukan padanya ‘casper’,
apakah dia protes?? tentu saja dia
sempat bertanya dengan protes,
aku beri dia jawaban seperti ini :
“kan kamu putih, baik hati dan
imut, jadi aku inget ama casper
tapi kalo ga suka dipanggil gitu, ya
gpp deh casper…, eh salah
lagi..” , dan bro.. dari nomor baru
pun, jika saya kirim sms dan
memanggilnya casper, dia
mengingat saya. Hahaha..
6. pada saat ngobrol dengannya,
jika sudah kehabisan topic
berbicara, segera pamit untuk
sibuk atau apapun.. jangan
menjadi membosankan dengan
memberikan topic yang mungkin
tidak dia suka, dengan pamit mau
sibuk, bro malah akan terlihat
sebagai seseorang yang
bertanggung jawab pada diri
sendiri, maksudnya gini.. kalau
bro pamit mau sibuk, dia akan
berfikir jika bro sedang bekerja,
atau mungkin melakukan sesuatu
yang penting buat bro. Contoh :
eh sorry yak, aku mo lanjut kerja
dulu, ntar aku sambung lagi yah,
soalnya kamu orangnya cukup
asik diajak ngobrol.
jangan bilang dia asik banget,
kenapa ?? karena akan bikin dia
secara ga sadar jadi jual mahal
dan semakin sulit didekati.
atau, bro bisa minta dia cerita soal
sesuatu yang dia senangi, misal
hobi.. jika ini sudah dan bro
benar-benar mentok topicnya..
gunakan cara diatas.
7. berikan pujian/hadiah secukupnya
dan ikhlas, jangan sering-sering
juga memberikannya, caranya ?
jangan memuji berlebihan dan
setelah memuji, segera bicarakan
hal lain.
pujian itu bentuk dari hadiah.. dan
hadiah berupa pujian itu hadiah
paling murah yang bisa diberikan.
misal sekali waktu seperti ini :
co : tumben hari ini kamu
kayaknya seneng banget, jadi
terlihat lebih menarik dah..
ce : ah bisa aja… / halah.. /
makasih..
co : eh.. kamu dah liat film kungfu
panda belum ?
ce : belum / sudah / ga seneng
film animasi.
co : (silahkan impovisasi sendiri)
8. menjadi talkative. Selalu pancing
untuk berbicara, jangan
menunggu dia yang berbicara,
tapi juga jangan terlalu banyak
bicara.. pepatah kuno
mengatakan kita diberi satu mulut
dan dua telinga yang artinya
sebaiknya kita lebih banyak
mendengar daripada berbicara,
tapi kalo dia ga ngomong-
ngomong juga, pancing agar dia
berbicara.
Well sementara itu dulu deh, kalo ada
tips lain.. bisa dibagi disini.. mohon
untuk saling berbagi dan tidak sekedar
komen ndak penting.. mengkoreksi
akan lebih berarti karena dengan itu,
koleksi tips dan trik kita akan semakin
banyak dan variatif.
best regard,
[DS]Lucky Bastard
-executor-
Ingat, jangan komen ndak penting,
karena pasti saya delete sih..
Power Abuse

belanja apapun selalu untung

ImageTerobosan baru terdahsyat yang sangat menghebohkan dunia networking di Indonesia
Yaitu Program belanja Smart (Belanja kebutuhan sehari hari mendapatkan imbalan luar biasa)
Apakah itu……???
Bapak / Ibu / serta handaitolan dimanapun berada,
Tempat pembelanjaan yang sangat praktis Kini sudah tersebar diseluruh peloksok Tanah Air bahkan sudah mencapai kesetiap kecamatan.
Dengan mudahnya jangkauan belanja, Tetapi tidak disadari oleh setiap konsumen konsumennya,
Bahwa dengan Program Belanja Masadepan ini, kita semua bisa ikut menikmati keuntungan2 dari setiap nasabah yang bergabung di perusahaan PT. ELANG NUSANTARA INVESTAMA.
SEPERTI APA KEUNTUNGAN ITU, DAN BAGAIMANA CARANYA…..???
Setiap anda belanja ke Indomart atau bayar TOL dll (menyusul) akan menjadi keuntungan
 

Dengan memiliki kartu diatas yang sudah di sah kan PT.ENI
Sehingga kartu yang anda miliki mendapatkan Cash back dengan nama titik POTS MILLION
anda berkesempatan mendapatkan komisi titik POTS MILLION 7.380.000 berlaku kelipatannya.
Semakin anda sering belanja dengan kelipatan 31.000 dan anda mengaktifkannya, maka komisi POTS MILLION anda makin banyak krn pertransaksi berpotensi 7.380.000 x jumlah POTS MILLION.
Komisi POTS MILLION semua member tidak dipengaruhi oleh perekrutan (tanpa mengajak)
Perbanyak pembelanjaan dengan nominal 31.000 dan langsung laporkan dengan ketentuan PT.ENI
maka pembelanjaan anda berkesempatan mendapatkan POTS MILLION 7.380.000/transaksi. Wow sungguh Luar biasa…….!!!
APA PERBEDAANNYA DENGAN CARA BELANJA BIASA…?

– Sama sama belanja kebutuhan rumahtangga, yang membedakan adalah belanja biasa tidak ada
  harapan apa2 kecuali mendapatkan barang yang dibelinya saja (Murni Pengeluaran)
– Tetapi dengan Program belanja masadepan mendapatkan nilai tambah komisi POTS MILLION

Adapun pendaftaran untuk menjadi member PT.ENI sebagai berikut
Anda boleh memiliki 1 ID keanggotaan/lebih (berlaku kelipatan) 1x selamanya:
Satu ID harganya Rp.350.000 dengan mendapatkan:
– 2 titik POTS MILLION otomatis dengan Potensi 7.380.000 x 2 = 14.760.000
– Deposit Pulsa 25.000 yg bisa anda isikan kesemua propider GSM/CDMA/No.HP Hongkong
– Kartu Indomaretcard dengan saldo belanja Rp.50.000
  (Untuk kartu indomaret dg memiliki 3/7 ID kartunya 1, saldonya saja kelipatan Rp.50.000)
  Contoh: anda memiliki 7 ID, Kartu Indomaret nya 1. dan Saldonya Rp.350.000
  7 ID kartu ENIMART memiliki 14 POTS MILLION Potensi 7.380.000 x 14 = 103.320.000
  Tanpa anda melakukan pembelanjaan apapun. dan jika anda melakukan pembelanjaan
  dan melaporkan ke ENIMART dengan biaya 7.500 dari deposit pulsa, maka anda
  menambah POTS MILLION baru dengan potensi 7.380.000. Semakin banyak anda belanja
  dan melaporkannya dengan biaya 7.500, semakin banyak pula POTS MILLION anda
  yang akan anda terima

 Dibawah ini perhitungan dari setiap POTS MILLION seluruh Member ENIMART dimana saja
 

Informasi lebih jelasnya, dengan senang hati kami siap senantiasa membantu anda.
Selamat bergabung untuk menikmati komisi Pasif In come dengan POTS MILLION PT.ENI
Formulir pendaftaran member baru ketik disini lalu copy paste
dan kirimkan ke shoethisnaenthanx@gmail.com / sms ke 085716001727

PROFILE MEMBER
Nama                                      ……………………………………………………………….
Jenis kelamin                           ……………………………………………………………….
Alamat                                    ……………………………………………………………….
Kota                                       ……………………………………………………………….
Provinsi                                   ……………………………………………………………….
Negara                                    ……………………………………………………………….
Telepon                                   ……………………………………………………………….
Handphone                              ……………………………………………………………….
Alamat Email                           ……………………………………………………………….
Ahli Waris Hubungan Waris      ……………………………………………………………….

DATA BANK
Bank                                      ……………………………………………………………….
No. Rekening                          ……………………………………………………………….
Nama Pemilik Rekening           ………………………. (Sama dengan nama member)
Cabang Bank                          ……………………………………………………………….
Kota Bank                              ……………………………………………………………….

Setiap member ENIMART berhak mendapatkan komisi dan ketentuan diatas baik Aktif/Pasif

NAMUN BAGI ANDA YANG INGIN MEMAHAMI LEBIH JAUH TENTANG PROGRAM ENIMART,
Anda bisa mempelajari lebih serius Penjelasan berikut dibawah ini.

Ketika anda berhasil mengembangkan Program ENIMART ini disediakan komisi2 sebagai berikut:

– Bonus Sponsor (Mengajak member baru bergabung) = 25.000 / ID member (Tidak dibatasi)
– Bonus Pasangan 50.000 maximal 12 pasang/hari Total 600.000/hari/1 ID
 

Jika anda memiliki 7 ID atau 7 HU diawal :
  maka potensi bonus pasangan anda 600.000 x 7 = 4.200.000/hari
  Adapun Bonus PENSIUN awal ketika terjadi 50kiri : 50kanan (50 pasang)
  100 pasang, 300 pasang, 600 pasang, 1000 pasang, 5000 pasang, 15.000 pasang
  ke 7 ID anda berhak mendapatkan Bonus Pensiun tersebut.

  Masih disediakan lagi Bonus REEWARD Kepemimpinan ketika mencapai akumulasi:
 

 
 Jika Pasif saja sudah menguntungkan, maka aktiflah, karena keuntungannya lebih besar!!

 SETELAH KEUANGAN ANDA BENAR BENAR SUDAH MAMPU,
 ID POTS MILLION ANDA DIATAS BOLEH DI UPGRADE (DIRUBAH) KE ID DOUBLE MILLION
 Dengan menambah biaya Rp.2.500.000/ID total Rp.2.850.000 menjadi ID D-MILLION
 ID D-MILLION mendapatkan :
-15 POTS MILLION
-100.000 DEPOSIT PULSA
-KARTU INDOMARETCARD DENGAN SALDO Rp.250.000
 Sesungguhnya ID D-MILLION bisa anda bergabung diawal dengan Hanya Rp.2.800.000.

 Apa saja kelebihan ID D-MILLION …???

 Selain mendapatka semua keuntungan di Program ENIMART diatas,
 Anda berkesempatan Besar mendapatkan 5,5 juta & Maching 50% Berkali kali tanpa batas
 Plus 110 juta
 Dan jika ID anda D-MILLION mensponsori D-MILLION Bonus sponsornya Rp.250.000
 Inilah keuntungan dari ID D-MILLION :
 Anda berhak masuk ke jaringan Executive class mendapatkan :
 1.500.000 berkali kali tanpa batas
 Serta masuk ke jaringan Vip Class untuk mendapatkan :
 4.000.000 berkali kali tanpa batas dan 30 POTS MILLION berkali kali tanpa batas

SEGERALAH BERGABUNG DAN JADILAH YANG PERTAMA DITEMPAT ANDA

KAMI SENANTIASA SIAP MEBANTU DAN MEMBIMBING ANDA

UNTUK PEMAHAMAN YANG LEBIH JELASNYA HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

DI HP 085716001727

Sampingan

Jadikan sholat dhuha sebagai kebutuhan

Kita sudah tahu kekuatan ibadah seperti sedekah,
sholat dhuha, dan sholat tahajud. Amalan
tersebut bisa memudahkan rezeki, melapangkan
waktu, dan memelihara kesehatan. Tapi dimana
logikanya? Mungkin sebagian Anda ada yang
nyeletuk seperti itu.
Terkait masalah sholat dhuha, mungkin
penjelasan berikut bisa membuat kita lebih
paham. Katakanlah, Anda seoarang kontraktor.
Sekali waktu, seorang bos property memanggil
Anda. Terus si bos meminta Anda mengerjakan
sesuatu, dari pukul 8 sampai pukul 11 pagi. Yah,
lumayan menghabiskan waktu priduktif Anda.
Dapat dipastikan, setelah itu si bos akan
mengganti waktu produktif Anda dengan
sejumlah uang. Lha, si bos saja begitu, apalagi
Allah?
Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan
sholat dhuha. Ketika Anda melakukan sholat
dhuha sekian menit, berarti Anda telah
“menghabiskan” sebagian waktu produktif Anda
untuk-Nya.
Maka,dapat dipastikan Dia akan mengganti waktu
produktif Anda. Yang namanya ganti dari-Nya,
tentulah tidak tanggung-tanggung. Layaknya
sebuah keberuntungan.
Inilah janji Allah, “Wahai anak Adam, rukuklah
karena Aku di awal siang (sholat dhuha), niscaya
Aku akan mencukupi engkau pada akhir harinya”
Bukankah Dhuha adalah waktu? Bukankah waktu
adalah uang. Jadilah sholat dhuha itu sholat rezeki,
dan doa setelah sholat dhuha juga doa rezeki.
Yang mana rezeki dari langit dan bumi dihimpun,
didekatkan, dan disucikan ke hadapan Anda,
melalui keagungan, kekuatan dan pemeliharaan
Allah.
Tambahan lagi, saat Anda menyedekahkan uang
Anda, maka Allah akan memudahkan uang Anda
semudah-mudahnya. Khusus sholat dhuha,
karena Anda telah menyedekahkan waktu
produktif anda, maka Allah akan melapangkan
waktu produktif Anda selapang-lapangnya. Itu
artinya, merutinkan sholat dhuha dapat
meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi
maupun bagi perusahaan. Bisa meningkat 2
sampai 3 kali lipat. Oleh karenya, saran kami,
sesibuk apa pun tetaplah sholat dhuha.
Justru dengan begitu, Anda tidak akan terlalu
sibuk jadinya. Waktu Anda akan cukup. Urusan
Anda akan beres. Yakinlah! Alhamdulillah, berkat
sholat dhuha saya pribadi (Ippho Santhosa)
dikaruniai waktu untuk tidur siang setiap harinya,
berseminar setiap minggunya, dan keluar negeri
selang beberapa bulan. Tidak lupa pula, saya
memiliki waktu untuk belajar dan beribadah setiap
harinya.
Bahkan setelah guru-guru di TK Khalifah Batam
merutinkan sholat dhuha, dalam hitungan bulan,
TK Khalifah menjadi belasan cabang, tersebar
diberbagai kota. Lebih dari itu, setelah saya pribadi
(Ipphoa Santosa) meningkatkan sholat dhuha dari
2 rokaat ke 6 rokaat, hanya dalam 3 bulan saya
dikarunia rezeki terbesar seumur hidup saya.
Adapun rumusnya sebagai berikut: Rumus Duit
(6D): D1+D2+D3+D4=D5+D6 –> Dagang+Doa
+Dhuha+Derma=Duit+Dahsyat
Demi mengais-ngais uang, sebagian dari kita rela
pontang-panting bekerja dari pukul 8 pagi sampai
pukul 5 sore setiap harinya. Keringat pun sampai
diperas-peras. Tulang pun sampai dibanting-
banting. Pulang ke rumah dengan muka keruh,
keryt, dan kusut. Yah, tidak salah. Itu kan bagian
dari ikhtiar. Cuma, apa nggak capek kerja
pontang-panting begitu saban hari?
Nah, sekarang kami tantang Anda. Maukah Anda
melakukan sesuatu selama beberapa menit,
namun waktu itu dapat menghemat waktu Anda
seharian? Mestinya kepala Anda mengangguk
kuat-kuat. Ketahuilah, sesuatu itu adalah sholat
dhuha. Sudahlah, begini saja. Awal-awal,
anggaplah sholat dhuha itu sebagai “kerja”
layaknya Anda mengetik, menghitung,
melakukan pembukuan, mengikuti rapat dan lain-
lain.
Maka, lakukan “kerja” yang satu ini selama
beberapa menit. Percayalah, “kerja” ini dapat
menghemat waktu anda seharian. Bukan Cuma
itu. Terlebih-lebih lagi, “kerja” ini juga dapat
memudahkan urusan Anda, memudahkan rezeki
Anda, dan memelihara kesehatan Anda. Dengan
kata lain, merutinkan sholat dhuha dapat
meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi
maupun perusahaan. Ini bukan janji dari kami.
Tapi ini adalah janji dari-Nya. Semoga
bermanfaat.
Sumber: Buku Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari
Dengan Otak Kanan. Tags: dhuha, sholat dhuha,
shalat dhuha, salat duha, ippho “right santosa,
rahasia rezeki, percepatan rezeki, 7 keajaiban
rezeki, trilogi rezeki, keajaiaban dhuha, 7 manfaat
dhuha, seminar keajaiban rezeki, buku baru ippho
santosa.

Sampingan

JIMAT PENCARI JODOH :D

Mendengar Paijo sukses move on karena
mendapatkan ajian sakti dari Kyai Bogang
(baca: Kyai Bogang, Si Dukun Move On),
Kardiman yang merupakan teman kos Paimin dan
Paijo menjadi tertarik untuk menemui Kyai
Bogang. Rupanya dia sedang punya masalah
yang membutuhkan bantuan Kyai Bogang.
“Oke Kang Imin, saya dikasih alamatnya Kyai
Bogang ya. Penting banget nih,” pinta Kardiman
kepada Paimin.
“Masalah opo toh Mas Man?” tanya Paimin dengan
ekspresi penasaran kepada Kardiman.
“Hahaha…. ra-ha-si-a….,” jawab Kardiman sambil
tersenyum lebar.
“Yo wes kalau ghak mau ngasih tahu. Alamatnya
Kyai Bogang itu ada di daerah Jembatan Merah
sana. Mas Man bawa saja kartu namanya nih,”
ujar Paimin singkat.
—oo—
Dari kartu nama yang diberikan Paimin, Kardiman
akhirnya mencoba menghubungi Kyai Bogang
sesuai dengan telpon yang tertera di kartu nama.
“Hallo Assalamualaikum,” kata Kardiman saat
mendengar panggilannya diterima.
“Waalaikumsalam, dengan Amin ada yang bisa
dibantu?” kata seorang pria yang tampaknya
masih muda dari seberang telpon.
“Saya Kardiman, mau membuat janji untuk
bertemu Kyai Bogang nih Mas,” kata Kardiman.
“Sebentar saya coba cek dulu nomer antriannya,”
kata si pria tersebut kembali.
Akhirnya Kardiman berhasil melakukan reservasi
untuk bisa bertemu Kyai Bogang. Dalam proses
reservasi tersebut, Kardiman diminta untuk
menjawab beberapa pertanyaan terkait identitas
pribadi dan keperluannya.
—oo—
Tiga hari berikutnya, Kardiman seorang diri
meluncur ke kediaman Kyai Bogang. Dia cukup
malu untuk mengajak teman satu kosnya. Takut
rahasianya menghadap Kyai Bogang terungkap ke
publik. Bisa-bisa dia akan menjadi bulan-bulanan
di tempat kosnya.
“Assalamualaikum,” teriak Kardiman dari luar
pagar.
“Waalaikumsalam,” jawab seorang pemuda yang
berlari ke halaman untuk membuka pintu
gerbang.
Pemuda tersebut kemudian membawa Kardiman
memasuki pintu samping yang tembus ke
halaman samping rumah. Sebuah bangunan
musholla tepat di samping rumah utama.
Saat berada di depan musholla, Kardiman melihat
seorang pria tua dengan janggut panjang,
bersarung, berkopiah putih dengan kaos oblong
yang warnanya tidak lagi bisa dibilang putih. Pria
tua yang dikenal sebagai Kyai Bogang ini sedang
menata beberapa buku di rak yang ada di
samping pintu masuk.
“Assalamualaikum Mbah….,” sapa Kardiman
sesaat berdiri di depan pintu.
“Waalaikumsalam… Silahkan masuk Mas
Kardiman,” jawab Kyai Bogang.
Seperti halnya Paijo pada cerita sebelumnya yang
terkejut juga karena Kyai Bogang bisa
menyebutkan namanya, Kardiman juga
mengalami hal yang sama. Dia lupa kalau pada
saat reservasi 3 hari yang lalu, asisten Kyai
Bogang sudah mencatat data pribadi dan
keperluannya.
“Saya sangat paham kalau Mas Kardiman sedang
galau karena sampai saat ini belum juga belum
ketemu jodohnya,” ujar Kyai Bogang membuka
pembicaraan.
“Loh bagaimana Mbah tahu keperluan dan
masalah saya? Kan saya belum cerita,” tanya
Kardiman penasaran.
“Hehehe…. Lah Mas Kardiman kemarin kan sudah
ngasih tahu asisten saya apa keperluannya,”
jawab Kyai Bogang sambil menunjukkan tanpilan
data yang ada di tablet-pcnya.
“Busyet nih si-mbah… canggih juga bawaanya,”
pikir Kardiman dalam hati.
“Begini Mbah, saya ingin Mbah memberi saya
ajian atau jibat pengasihan agar saya disukai oleh
wanita. Terutama wanita yang cantik. Hingga saat
ini saya termasuk laki-laki yang tidak laku-laku
Mbah,” ujar Kardiman dengan wajah memelas.
Mendengar permintaan Kardiman, Kyai Bogang
tertawa terbahak-bahak dengan memperlihatkan
rangkaian giginya yang benar bogang alias tidak
lengkap dan bolong-bolong, membuat wajah Kyai
Bogang menjadi super kocak dan lucu.
“Begini Mas. Jimat yang saya berikan itu harganya
mahal. Tergantung dari target wanita yang
sampean inginkan. Terus, model wanita seperti
apa yang Mas Kardiman mau untuk diperistri?”
Tanya Kyai Bogang kali ini dengan wajah serius.
Kardiman terdiam dan berfikir sejenak sebelum
akhirnya menjawab.
“Anu Mbah. Saya suka dengan wanita cantik yang
tinggi semampai. Badannya montok dan seksi.
Kulitnya putih dengan hidung mancung, mata
lebar, alis tebal, rambut hitam lurus” kata
Kardiman dengan penuh semangat
menggambarkan detail wanita yang
diinginkannya.
Kyai Bogang kemudian memainkan jari-jarinya di
atas permukaan layar sentuh tablet-pcnya.
“Apakah wanita yang kamu inginkan itu seperti
ini?” tanya Kyai Bogang sambil menujukkan
gambar seorang wanita yang ada di tablet-pcnya.
Pandangan Kardiman langsung terarah pada
gambar seorang wanita cantik unyu-unyu persis
seperti yang digambarkannya tadi.
“Loh Mbah… inikan gambarnya Maria Ozawa…,”
ujar Kardiman dengan nada terkejut. Dia tidak
menyangka tablet-pc Kyai Bogang bisa
menampilkan gambar Maria Ozawa walaupun
dalam balutan pakain yang sopan.
“Loh sampean sudah kenal ya sama wanita ini?”
tanya Kyai Bogang pura-pura serius.
“Itu memang wanita super cantik Mbah, tapi dia
inikan bukan wanita baik-baik Mbah,” seru
Kardiman dengan nada agak sewot. Dia tidak bisa
membayangkan Maria Ozawa yang merupakan
bintang JAV ini menjadi istrinya. Walau tanpak
cantik di luar, tapi pasti sudah dedel-duel di dalam.
“Lah katanya tadi minta yang cantik, rambut
hitam, kulit putih, mata lebar, dan tampilan fisik
lainnya. Tadi juga ghak menyebutkan wanita
tersebut beriman dan bertakwa dan termasuk
wanita baik-baik kan?” jawab Kyai Bogang lagi.
“Iya Mbah… Maksud saya ya wanita baik-baik.”
“Bagini, sering kali kita lebih mementingkan
kualitas fisik daripada kualitas iman, takwa dan
keribadiannya. Kalau Mas Kardiman ingin wanita
yang cantik dan sempurna secara fisik, berapa
banyak pelacur, ayam kampus, bintang film
porno dan pelaku maksiat mungkarot lainnya
yang secara fisik sempurna. Memang istri atau
suami yang cantik atau tampan itu akan
menyenangkan hati dan pandangan,” kata Kyai
Bogang mencoba memberikan pemahaman
kepada Kardiman.
“Ayo silahkan air putihnya diminum dulu,” kata
Kyai Bogang sambil menyodorkan segelas air
putih.
“Ini khasitanya apa Mbah? Apa supaya saya bisa
enteng jodoh?,” tanya Kardiman spontan.
“Hahaha… semprul… ya air putih ini kalau
diminum biar segar dan tidak haus toh,” ledek
Kyai Bogang menghadapai pertanyaan Kardiman
yang dianggapnya lugu.
“Memang, istri yang cantik itu tidak menjamin
kebahagiaan rumah tangga. Apalagi yang jelek
toh….,” sambung Kyai Bogang lagi sambil
tersenyum lebar.
“Berapa banyak artis atau orang-orang terkenal
yang berumah tangga kemudian tidak bahagia
walaupun suaminya tampan dan istrinya cantik.
Coba belajar dari kasusnya Pangeran Charles dan
Lady Diana. Kurang cantik, anggun dan kurang
apa Lady Diana? Namun kenyataannya Pangeran
Charles memilih Camila Paker Bowles yang kata
orang-orang tidak lebih cantik daripada Lady
Diana.”
Istri Jelek Lebih Utama?
Kyai Bogang berhenti sejenak untuk memberikan
kesempatan Kardiman meresapi kalimatnya.
“Pada akhirnya, kebahagian dalam rumah tangga
itu tidak ditentukan oleh kecantikan dan
ketampanan. Berumah tangga itu yang
diharapkan kebahagian dan ketenangan jiwa.
Justru banyak pria yang tidak kuat memikul beban
karena istrinya terlalu cantik, sehingga dia menjadi
cemburu dan posesif. Akibatnya bukan
kebahagiaan yang didapat, tetapi cemburu dan
kemarahan yang membuatnya tersiksa. Coba
kalau punya istri jelek, pendiam dan ghak neko-
neko. Pasti ghak pernah kuatir akan diselingkuhi
oleh orang lain toh…,” kata Kyai Bogang sambil
tersenyum lebar.
Kardiman hanya bisa menatap Kyai Bogang
dengan penuh takjub. Pikirannya mulai terbuka
untuk menentukan tujuan pernikahan dan
memilih calon istri yang benar. Dia
membayangkan istrinya secantik Nabila Syakieb .
Pasti jantungnya ghak akan kuat menahan
perasaan marah dan cemburu dan akibatnya dia
mati muda hanya karena istrinya terlalu cantik dan
banyak didekati buaya darat, laut dan udara.
“Nah gimana, coba pikirkan lagi kriteria istri yang
Mas Kardiman inginkan. Untuk jimat pengasihan
gampang, nanti saya tinggal siapkan. Tetapi tentu
saja harganya sesuai dengan permintaan.” lanjut
Kyai Bogang lagi.
“Baik Mbah. Saya sudah memutuskan untuk
mencari jodoh yang cantik, kaya raya, seiman,
baik hati, keibuan, dan sayang suami,” kata
Kardiman sambil tersenyum puas.
Berikutnya Kyai Bogang memainkan kembali jari-
jarinya di permukaan tablet-pcnya. Rupanya Kyai
Bogang sedang berusaha membuka file di
memory card.
“Baik, kalau itu pilihannya, maka mahar untuk
jimat pengasihannya cukup mahal. Mas Kardiman
harus sediakan mahar berupa uang sebesar 500
juta rupiah. Ibarat memancing, semakin besar
ikan yang ingin ditangkap, maka semakin besar
kail dan mahal umpan yang digunakan. Mas
Kardiman tidak mungkin berharap dapat ikan
kakap hanya dengan umpan cacing tanah. Jadi
kalau mau dapat wanita cantik, beriman, kaya
raya, maka 500 juta sudah pantas.”
“Waduh kok mahal sekali Mbah mahar jimat
pengasihannya. Apa ghak boleh kurang?” pinta
Kardiman dengan wajah memelas.
Kyai Bogang kemudian menunjukkan sebuah
tabel daftar harga jimat pengasihan yang ada di
tablet-pcnya kepada Kardiman.
“Baik, perhatikan tabel berikut ini. Saya
menyediakan 3 jenis jimat pengasihan. Untuk
jimat tipe super, harganya 500 juta. Mampu
menggaet wanita cantik dan kaya raya. Yang
kedua tipe premium seharga 200 juta. Mampu
menaklukkan wanita cantik yang kaya, namun
tidak sampai kaya raya. Sedangkan jimat
pengasihan tipe ekonomis, cuman 10 juta yang
mampu menggaet wanita biasa-biasa saja.
Bagaimana?”
Kardiman pusing juga mengetahui harga jimat
pengasihan Kyai Bogang yang semuanya tidak
terjangkau dengan tabungannya saat ini. Maklum,
Kardiman baru lulus kuliah dan baru bekerja 1
tahun ini sebagai pegawai pemasaran. Tinggal
saja masih di rumah kos dan belum mampu
membeli rumah sendiri.
“Mbah, mengapa jimat pengasihannya begitu
mahal?” tanya Kardiman dengan wajah lesu.
“Hahaha… lah Mas Kardiman sendiri yang
menentukan kriteria model wanita apa yang ingin
didapat. Kalau sampea ingin menikahi wanita yang
kaya raya, maka Mas Kardiman juga harus kaya
raya. Jangan menikahi karena hartanya dan
berharap mendapatkan kebahagiaan dari harta
yang dimiliki si wanita. Jadilah pria yang mulia
karena mampu menghidupi diri sendiri dari
keringat sendiri. Wanita kaya raya pasti pakainnya,
kosmetiknya harganya mahal-mahal. Makannya
biasa di restoran yang sekali makan habis 200-300
ribu. Kalau Mas Kardiman mau menikahi wanita
kaya raya, bagaimana bisa menghidupi mereka
sesuai standar minimal mereka? Bisa-bisa mereka
akan merasa tidak bahagia karena biasa hidup
mewah, namun setelah menikah dengan Mas
Kardiman, mereka malah hanya bisa makan pecel
lele dengan sambal tomat dari warung tenda.”
Kardiman semakin pusing mendengarkan
penjelasan Kyai Bogang. Namun dibalik rasa
pusingnya, dia bisa menerima alasan Kyai
Bogang. Rasanya tidak masuk akal bila Nabila
Syakieb yang biasa makan di restoran kemudian
diajak makan pecel lele dan tempe penyet setiap
hari gara-gara gajinya tidak cukup untuk bisa
membeli steak dan pizza. Belum lagi kalau Nabila
Syakieb harus syuting sinetron, tidak mungkin dia
mengantarkannya dengan sepeda motor butut
pemberian orang tuanya.
“Jadi harga jimat pengasihan Mbah sesuai dengan
strata sosial wanita yang ingin ditarik ya Mbah?”
“Betul. Semakin tinggi kelasnya, maka semakin
Mas Kardiman harus menyediakan uang yang
banyak untuk kehidupan mereka. Ingat, lebih
mudah mengajak wanita yang biasa hidup
sederhana daripada yang biasa hidup mapan dan
mewah. Jadi dari miskin menjadi kaya akan lebih
mudah, daripada dari biasa kaya kemudian jatuh
miskin gara-gara hidup dengan pria yang miskin
walaupun pada awalnya menikah atas nama cinta,
tetapi berikutnya abang beruang abang disayang.
Abang tak beruang, abang ditendang.
Hahahaha….,” kata Kyai Bogang sambil tertawa
terbahak-bahak.
“Kalau yang wanita biasa-biasa saja mengapa kok
harganya sampai 10 juta Mbah?”
“Begini. Pada hakikatnya saya tidak dapat
memberikan benda ajaib ala jimat pengasihan
yang membuat seorang wanita yang memenuhi
kriteria bisa jatuh cinta kepada Mas Kardiman.
Saya hanya bisa memberi nasihat kepada Mas
Kardiman, dan nasihat saya gratis. Bukankah kita
harus saling nasihat-menasehati untuk dalam
kebaikan dan kesabaran, agar kita bisa menjadi
orang yang beruntung. Harga jimat di tabel ini
hanya simbol bahwa untuk mencapai sesuatu
yang diinginkan, semua ada harganya. Carilah
jodoh selain karena agamanya, juga yang
sebanding. Sebanding ekonominya, pemikirannya
dan sebanding sesuai kriteria lainnya, termasuk
penampilannya. Jangan sampai Mas Kardiman
mendapatkan wanita cantik sebagai istri itu sebuah
mukjizat, tetapi sebenarnya si wanita
mendapatkan Mas Kardiman sebagai suami itu
justru sebuah musibah.”
“Untuk wanita yang mungkin biasa-biasa saja
yang sesuai dengan tingkatan Mas Kardiman,
harga 10 juta itu adalah biaya untuk menikah dan
memulai kehidupan berumah tangga. Kalau sudah
punya uang 10 juta, carilah wanita yang
menggetarkan hati Mas kardiman karena iman,
takwa, amalan dan kebaikan hatinya. Syukur-
syukur kalau dia juga cantik menurut pandangan
mata pada umumnya. Tidak usah pacaran,
langsung dilamar dan seminggu berikutnya
menikah. InsyaAllah wanita yang demikian itu
akan lebih menentramkan hati Mas Kardiman
untuk mewujudkan ‘baiti jannati’ atau rumahku
surgaku.
Berjilbab Tetapi Telanjang
“Apakah saya harus mencari wanita yang
berjilbab?” tanya Kardiman dengan ragu-ragu.
“Apakah maksud sampean wanita berjilbab yang
seperti ini?” kata Kyai Bogang sambil
menunjukkan gambar seorang wanita berjilbab
yang begitu menarik di tablet-pcnya.
“Hahaha… inikah fotonya Maria Ozawa yang
direkayasa di komputer Mbah,” kata Kardiman
sedikit berteriak.
“Hahahaha…. iya benar,” jawab Kyai Bogang.
“Baik juga mencari istri yang karena iman dan
takwanya, dia mempunyai kesadaran untuk
menutup auratnya secara baik. Namu perlu Mas
Kardiman pahami, tidak semua wanita yang
berjilbab itu didasarkan atas ketakwaan. Ada juga
yang karena terpaksa karena tuntutan sekolah,
tempat kerja atau lingkungan. Ada juga yang
berjilbab karena trend mode belaka dan ingin
tampak lebih modis. Ada juga yang berjilbab
karena sudah mulai tua dan rambutnya beruban,
sehingga jilbab hanya digunakan untuk menutupi
usianya dan supaya tiak repot menyemir atau
menata rambutnya.”
Kyai Bogang berhenti sejenak sambil menarik
nafas dalam-dalam.
“Saya prihatin dengan wanita yang berjilbab
namun perilaku mereka tidak menunjukkan
mereka paham hakikat berjilbab atau berhijab.
Sebagian dari mereka berjilbab dengan cara yang
salah dengan baju dan celana yang ketat dan
menampakkan lekuk tubuh di dada dan bokong.
Sebagian lagi berjilbab, namun saat menerima
tamu atau main ke rumah tetangganya keluar
rumah dengan melepas jilbabnya. Sebagian lagi
berjilbab, namun berjalan-jalan bergandengan
tangan dan berpelukan dengan yang bukan
muhrimnya saat berboncengan. Sebagian lagi
berjilbab namun sok akrab dengan teman pria
yang bukan muhrimnya dengan memegang
tangan atau menepuk-nepuk pundaknya.
Sebagian lagi ada wanita yang berjilbab yang
kalau dijawil atau dipegang-pegang pria yang
bukan muhrimnya, tidak menunjukkan
kemarahan jutru hanya dianggap bercanda ria
saja. Sebagian lagi berkhalwat dengan yang bukan
muhrimnya walaupun tidak dalam satu tempat.
Mereka ini adalah wanita yang tidak mengerti
hakikat perintah berhijab. Akibatnya menjadi
dipegang boleh, dilihat jangan. Menyedihkan…”
sambung Kyai Bogang sambil menangkupkan
kedua tangannya.
“Apa maksud Mbah pria dan wanita yang
berduaan atau berkhalwat tidak dalam satu tempat
yang sama?” tanya Kardiman penasaran.
“Teknologi komunikasi dan informasi membuat
manusia saling terhubung. Bila jaman dahulu,
berkhalwat itu adalah pria dan wanita yang bukan
muhrimnya berada pada satu tempat yang sama.
Namun sekarang tidak lagi demikian. Pria dan
wanita ngobrol berdua hingga larut malam
dengan chatting, telpon, bahkan video call. Tak
jarang pembicaraan mengarah ke yang bersifat
pribadi dan seksual seperti phonesex. Apalagi
kemudian saling menunjukkan auratnya di depan
webcam. Ya, itulah bentuk khalwat di jaman
modern. Sebagian wanita tanpa sadar berkhalwat
dengan yang bukan muhrimnya hingga larut
malam. Jangan lihat jilbabnya yang terkadang
hanya sebagai aksesoris. Lihatlah perilakunya.”
Kardiman terdiam menyelami perkataan Kyai
Bogang yang dia tahu memang banyak terjadi di
sekitarnya. Dia sering kali melihat wanita berjilbab
namun dengan tampilan seksi dengan alasan
trendy. Akibatnya dada dan bokong tampak
menonjol dengan bentuk celana ketat mengikuti
lekuk tubuh. Seolah-olah mereka ini berpakaian
tetapi pada hakikatnya telanjang.
“Lalu bagaimana supaya saya bisa dapat jodoh
Mbah?”
“Jangan mencari istri dari wanita yang ditemui di
pinggir jalan dan tempat maksiat seperti tempat
dugem. Bergaulah dengan orang-orang baik dan
perluas pergaulan agar bisa bertemu dengan
jodoh yang baik pula. Jadilah pribadi yang baik
dan hebat baik di tempat kerja maupun di
lingkungan tempat tinggal. Bahwa pria yang baik
akan mendapatkan wanita- yang baik dan
begitupula sebaliknya’. Bekerjalah yang keras dan
cerdas agar mapan secara finansial, agar Mas
Kardiman menjadi pria yang pantas pula untuk
mendapatkan wanita yang hebat dan
menghebatkan Mas Kardiman.”
“Terakhir, tingkatkan ibadah dengan sholat malam
dan bermunajatlah kepada Allah. Semoga Allah
memberikan Mas Kardiman jodoh yang terbaik di
sisi Allah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berdoalah, Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta
orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal
yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu”
Hari itu, Kardiman pulang dengan kesadaran baru
untuk meluruskan niat dalam mendapatkan
jodoh. Dia tidak lagi ingin pacaran hanya untuk
bersenang-senang dan agar tidak dicap pria
jomblo yang tidak laku. Kardiman bertekad untuk
menyiapkan dirinya jauh lebih baik lagi, agar jika
jodohnya datang, dia sudah siap untuk langsung
menikah.

Sampingan

JIMAT PENCARI JODOH :D

Mendengar Paijo sukses move on karena
mendapatkan ajian sakti dari Kyai Bogang
(baca: Kyai Bogang, Si Dukun Move On),
Kardiman yang merupakan teman kos Paimin dan
Paijo menjadi tertarik untuk menemui Kyai
Bogang. Rupanya dia sedang punya masalah
yang membutuhkan bantuan Kyai Bogang.
“Oke Kang Imin, saya dikasih alamatnya Kyai
Bogang ya. Penting banget nih,” pinta Kardiman
kepada Paimin.
“Masalah opo toh Mas Man?” tanya Paimin dengan
ekspresi penasaran kepada Kardiman.
“Hahaha…. ra-ha-si-a….,” jawab Kardiman sambil
tersenyum lebar.
“Yo wes kalau ghak mau ngasih tahu. Alamatnya
Kyai Bogang itu ada di daerah Jembatan Merah
sana. Mas Man bawa saja kartu namanya nih,”
ujar Paimin singkat.
—oo—
Dari kartu nama yang diberikan Paimin, Kardiman
akhirnya mencoba menghubungi Kyai Bogang
sesuai dengan telpon yang tertera di kartu nama.
“Hallo Assalamualaikum,” kata Kardiman saat
mendengar panggilannya diterima.
“Waalaikumsalam, dengan Amin ada yang bisa
dibantu?” kata seorang pria yang tampaknya
masih muda dari seberang telpon.
“Saya Kardiman, mau membuat janji untuk
bertemu Kyai Bogang nih Mas,” kata Kardiman.
“Sebentar saya coba cek dulu nomer antriannya,”
kata si pria tersebut kembali.
Akhirnya Kardiman berhasil melakukan reservasi
untuk bisa bertemu Kyai Bogang. Dalam proses
reservasi tersebut, Kardiman diminta untuk
menjawab beberapa pertanyaan terkait identitas
pribadi dan keperluannya.
—oo—
Tiga hari berikutnya, Kardiman seorang diri
meluncur ke kediaman Kyai Bogang. Dia cukup
malu untuk mengajak teman satu kosnya. Takut
rahasianya menghadap Kyai Bogang terungkap ke
publik. Bisa-bisa dia akan menjadi bulan-bulanan
di tempat kosnya.
“Assalamualaikum,” teriak Kardiman dari luar
pagar.
“Waalaikumsalam,” jawab seorang pemuda yang
berlari ke halaman untuk membuka pintu
gerbang.
Pemuda tersebut kemudian membawa Kardiman
memasuki pintu samping yang tembus ke
halaman samping rumah. Sebuah bangunan
musholla tepat di samping rumah utama.
Saat berada di depan musholla, Kardiman melihat
seorang pria tua dengan janggut panjang,
bersarung, berkopiah putih dengan kaos oblong
yang warnanya tidak lagi bisa dibilang putih. Pria
tua yang dikenal sebagai Kyai Bogang ini sedang
menata beberapa buku di rak yang ada di
samping pintu masuk.
“Assalamualaikum Mbah….,” sapa Kardiman
sesaat berdiri di depan pintu.
“Waalaikumsalam… Silahkan masuk Mas
Kardiman,” jawab Kyai Bogang.
Seperti halnya Paijo pada cerita sebelumnya yang
terkejut juga karena Kyai Bogang bisa
menyebutkan namanya, Kardiman juga
mengalami hal yang sama. Dia lupa kalau pada
saat reservasi 3 hari yang lalu, asisten Kyai
Bogang sudah mencatat data pribadi dan
keperluannya.
“Saya sangat paham kalau Mas Kardiman sedang
galau karena sampai saat ini belum juga belum
ketemu jodohnya,” ujar Kyai Bogang membuka
pembicaraan.
“Loh bagaimana Mbah tahu keperluan dan
masalah saya? Kan saya belum cerita,” tanya
Kardiman penasaran.
“Hehehe…. Lah Mas Kardiman kemarin kan sudah
ngasih tahu asisten saya apa keperluannya,”
jawab Kyai Bogang sambil menunjukkan tanpilan
data yang ada di tablet-pcnya.
“Busyet nih si-mbah… canggih juga bawaanya,”
pikir Kardiman dalam hati.
“Begini Mbah, saya ingin Mbah memberi saya
ajian atau jibat pengasihan agar saya disukai oleh
wanita. Terutama wanita yang cantik. Hingga saat
ini saya termasuk laki-laki yang tidak laku-laku
Mbah,” ujar Kardiman dengan wajah memelas.
Mendengar permintaan Kardiman, Kyai Bogang
tertawa terbahak-bahak dengan memperlihatkan
rangkaian giginya yang benar bogang alias tidak
lengkap dan bolong-bolong, membuat wajah Kyai
Bogang menjadi super kocak dan lucu.
“Begini Mas. Jimat yang saya berikan itu harganya
mahal. Tergantung dari target wanita yang
sampean inginkan. Terus, model wanita seperti
apa yang Mas Kardiman mau untuk diperistri?”
Tanya Kyai Bogang kali ini dengan wajah serius.
Kardiman terdiam dan berfikir sejenak sebelum
akhirnya menjawab.
“Anu Mbah. Saya suka dengan wanita cantik yang
tinggi semampai. Badannya montok dan seksi.
Kulitnya putih dengan hidung mancung, mata
lebar, alis tebal, rambut hitam lurus” kata
Kardiman dengan penuh semangat
menggambarkan detail wanita yang
diinginkannya.
Kyai Bogang kemudian memainkan jari-jarinya di
atas permukaan layar sentuh tablet-pcnya.
“Apakah wanita yang kamu inginkan itu seperti
ini?” tanya Kyai Bogang sambil menujukkan
gambar seorang wanita yang ada di tablet-pcnya.
Pandangan Kardiman langsung terarah pada
gambar seorang wanita cantik unyu-unyu persis
seperti yang digambarkannya tadi.
“Loh Mbah… inikan gambarnya Maria Ozawa…,”
ujar Kardiman dengan nada terkejut. Dia tidak
menyangka tablet-pc Kyai Bogang bisa
menampilkan gambar Maria Ozawa walaupun
dalam balutan pakain yang sopan.
“Loh sampean sudah kenal ya sama wanita ini?”
tanya Kyai Bogang pura-pura serius.
“Itu memang wanita super cantik Mbah, tapi dia
inikan bukan wanita baik-baik Mbah,” seru
Kardiman dengan nada agak sewot. Dia tidak bisa
membayangkan Maria Ozawa yang merupakan
bintang JAV ini menjadi istrinya. Walau tanpak
cantik di luar, tapi pasti sudah dedel-duel di dalam.
“Lah katanya tadi minta yang cantik, rambut
hitam, kulit putih, mata lebar, dan tampilan fisik
lainnya. Tadi juga ghak menyebutkan wanita
tersebut beriman dan bertakwa dan termasuk
wanita baik-baik kan?” jawab Kyai Bogang lagi.
“Iya Mbah… Maksud saya ya wanita baik-baik.”
“Bagini, sering kali kita lebih mementingkan
kualitas fisik daripada kualitas iman, takwa dan
keribadiannya. Kalau Mas Kardiman ingin wanita
yang cantik dan sempurna secara fisik, berapa
banyak pelacur, ayam kampus, bintang film
porno dan pelaku maksiat mungkarot lainnya
yang secara fisik sempurna. Memang istri atau
suami yang cantik atau tampan itu akan
menyenangkan hati dan pandangan,” kata Kyai
Bogang mencoba memberikan pemahaman
kepada Kardiman.
“Ayo silahkan air putihnya diminum dulu,” kata
Kyai Bogang sambil menyodorkan segelas air
putih.
“Ini khasitanya apa Mbah? Apa supaya saya bisa
enteng jodoh?,” tanya Kardiman spontan.
“Hahaha… semprul… ya air putih ini kalau
diminum biar segar dan tidak haus toh,” ledek
Kyai Bogang menghadapai pertanyaan Kardiman
yang dianggapnya lugu.
“Memang, istri yang cantik itu tidak menjamin
kebahagiaan rumah tangga. Apalagi yang jelek
toh….,” sambung Kyai Bogang lagi sambil
tersenyum lebar.
“Berapa banyak artis atau orang-orang terkenal
yang berumah tangga kemudian tidak bahagia
walaupun suaminya tampan dan istrinya cantik.
Coba belajar dari kasusnya Pangeran Charles dan
Lady Diana. Kurang cantik, anggun dan kurang
apa Lady Diana? Namun kenyataannya Pangeran
Charles memilih Camila Paker Bowles yang kata
orang-orang tidak lebih cantik daripada Lady
Diana.”
Istri Jelek Lebih Utama?
Kyai Bogang berhenti sejenak untuk memberikan
kesempatan Kardiman meresapi kalimatnya.
“Pada akhirnya, kebahagian dalam rumah tangga
itu tidak ditentukan oleh kecantikan dan
ketampanan. Berumah tangga itu yang
diharapkan kebahagian dan ketenangan jiwa.
Justru banyak pria yang tidak kuat memikul beban
karena istrinya terlalu cantik, sehingga dia menjadi
cemburu dan posesif. Akibatnya bukan
kebahagiaan yang didapat, tetapi cemburu dan
kemarahan yang membuatnya tersiksa. Coba
kalau punya istri jelek, pendiam dan ghak neko-
neko. Pasti ghak pernah kuatir akan diselingkuhi
oleh orang lain toh…,” kata Kyai Bogang sambil
tersenyum lebar.
Kardiman hanya bisa menatap Kyai Bogang
dengan penuh takjub. Pikirannya mulai terbuka
untuk menentukan tujuan pernikahan dan
memilih calon istri yang benar. Dia
membayangkan istrinya secantik Nabila Syakieb .
Pasti jantungnya ghak akan kuat menahan
perasaan marah dan cemburu dan akibatnya dia
mati muda hanya karena istrinya terlalu cantik dan
banyak didekati buaya darat, laut dan udara.
“Nah gimana, coba pikirkan lagi kriteria istri yang
Mas Kardiman inginkan. Untuk jimat pengasihan
gampang, nanti saya tinggal siapkan. Tetapi tentu
saja harganya sesuai dengan permintaan.” lanjut
Kyai Bogang lagi.
“Baik Mbah. Saya sudah memutuskan untuk
mencari jodoh yang cantik, kaya raya, seiman,
baik hati, keibuan, dan sayang suami,” kata
Kardiman sambil tersenyum puas.
Berikutnya Kyai Bogang memainkan kembali jari-
jarinya di permukaan tablet-pcnya. Rupanya Kyai
Bogang sedang berusaha membuka file di
memory card.
“Baik, kalau itu pilihannya, maka mahar untuk
jimat pengasihannya cukup mahal. Mas Kardiman
harus sediakan mahar berupa uang sebesar 500
juta rupiah. Ibarat memancing, semakin besar
ikan yang ingin ditangkap, maka semakin besar
kail dan mahal umpan yang digunakan. Mas
Kardiman tidak mungkin berharap dapat ikan
kakap hanya dengan umpan cacing tanah. Jadi
kalau mau dapat wanita cantik, beriman, kaya
raya, maka 500 juta sudah pantas.”
“Waduh kok mahal sekali Mbah mahar jimat
pengasihannya. Apa ghak boleh kurang?” pinta
Kardiman dengan wajah memelas.
Kyai Bogang kemudian menunjukkan sebuah
tabel daftar harga jimat pengasihan yang ada di
tablet-pcnya kepada Kardiman.
“Baik, perhatikan tabel berikut ini. Saya
menyediakan 3 jenis jimat pengasihan. Untuk
jimat tipe super, harganya 500 juta. Mampu
menggaet wanita cantik dan kaya raya. Yang
kedua tipe premium seharga 200 juta. Mampu
menaklukkan wanita cantik yang kaya, namun
tidak sampai kaya raya. Sedangkan jimat
pengasihan tipe ekonomis, cuman 10 juta yang
mampu menggaet wanita biasa-biasa saja.
Bagaimana?”
Kardiman pusing juga mengetahui harga jimat
pengasihan Kyai Bogang yang semuanya tidak
terjangkau dengan tabungannya saat ini. Maklum,
Kardiman baru lulus kuliah dan baru bekerja 1
tahun ini sebagai pegawai pemasaran. Tinggal
saja masih di rumah kos dan belum mampu
membeli rumah sendiri.
“Mbah, mengapa jimat pengasihannya begitu
mahal?” tanya Kardiman dengan wajah lesu.
“Hahaha… lah Mas Kardiman sendiri yang
menentukan kriteria model wanita apa yang ingin
didapat. Kalau sampea ingin menikahi wanita yang
kaya raya, maka Mas Kardiman juga harus kaya
raya. Jangan menikahi karena hartanya dan
berharap mendapatkan kebahagiaan dari harta
yang dimiliki si wanita. Jadilah pria yang mulia
karena mampu menghidupi diri sendiri dari
keringat sendiri. Wanita kaya raya pasti pakainnya,
kosmetiknya harganya mahal-mahal. Makannya
biasa di restoran yang sekali makan habis 200-300
ribu. Kalau Mas Kardiman mau menikahi wanita
kaya raya, bagaimana bisa menghidupi mereka
sesuai standar minimal mereka? Bisa-bisa mereka
akan merasa tidak bahagia karena biasa hidup
mewah, namun setelah menikah dengan Mas
Kardiman, mereka malah hanya bisa makan pecel
lele dengan sambal tomat dari warung tenda.”
Kardiman semakin pusing mendengarkan
penjelasan Kyai Bogang. Namun dibalik rasa
pusingnya, dia bisa menerima alasan Kyai
Bogang. Rasanya tidak masuk akal bila Nabila
Syakieb yang biasa makan di restoran kemudian
diajak makan pecel lele dan tempe penyet setiap
hari gara-gara gajinya tidak cukup untuk bisa
membeli steak dan pizza. Belum lagi kalau Nabila
Syakieb harus syuting sinetron, tidak mungkin dia
mengantarkannya dengan sepeda motor butut
pemberian orang tuanya.
“Jadi harga jimat pengasihan Mbah sesuai dengan
strata sosial wanita yang ingin ditarik ya Mbah?”
“Betul. Semakin tinggi kelasnya, maka semakin
Mas Kardiman harus menyediakan uang yang
banyak untuk kehidupan mereka. Ingat, lebih
mudah mengajak wanita yang biasa hidup
sederhana daripada yang biasa hidup mapan dan
mewah. Jadi dari miskin menjadi kaya akan lebih
mudah, daripada dari biasa kaya kemudian jatuh
miskin gara-gara hidup dengan pria yang miskin
walaupun pada awalnya menikah atas nama cinta,
tetapi berikutnya abang beruang abang disayang.
Abang tak beruang, abang ditendang.
Hahahaha….,” kata Kyai Bogang sambil tertawa
terbahak-bahak.
“Kalau yang wanita biasa-biasa saja mengapa kok
harganya sampai 10 juta Mbah?”
“Begini. Pada hakikatnya saya tidak dapat
memberikan benda ajaib ala jimat pengasihan
yang membuat seorang wanita yang memenuhi
kriteria bisa jatuh cinta kepada Mas Kardiman.
Saya hanya bisa memberi nasihat kepada Mas
Kardiman, dan nasihat saya gratis. Bukankah kita
harus saling nasihat-menasehati untuk dalam
kebaikan dan kesabaran, agar kita bisa menjadi
orang yang beruntung. Harga jimat di tabel ini
hanya simbol bahwa untuk mencapai sesuatu
yang diinginkan, semua ada harganya. Carilah
jodoh selain karena agamanya, juga yang
sebanding. Sebanding ekonominya, pemikirannya
dan sebanding sesuai kriteria lainnya, termasuk
penampilannya. Jangan sampai Mas Kardiman
mendapatkan wanita cantik sebagai istri itu sebuah
mukjizat, tetapi sebenarnya si wanita
mendapatkan Mas Kardiman sebagai suami itu
justru sebuah musibah.”
“Untuk wanita yang mungkin biasa-biasa saja
yang sesuai dengan tingkatan Mas Kardiman,
harga 10 juta itu adalah biaya untuk menikah dan
memulai kehidupan berumah tangga. Kalau sudah
punya uang 10 juta, carilah wanita yang
menggetarkan hati Mas kardiman karena iman,
takwa, amalan dan kebaikan hatinya. Syukur-
syukur kalau dia juga cantik menurut pandangan
mata pada umumnya. Tidak usah pacaran,
langsung dilamar dan seminggu berikutnya
menikah. InsyaAllah wanita yang demikian itu
akan lebih menentramkan hati Mas Kardiman
untuk mewujudkan ‘baiti jannati’ atau rumahku
surgaku.
Berjilbab Tetapi Telanjang
“Apakah saya harus mencari wanita yang
berjilbab?” tanya Kardiman dengan ragu-ragu.
“Apakah maksud sampean wanita berjilbab yang
seperti ini?” kata Kyai Bogang sambil
menunjukkan gambar seorang wanita berjilbab
yang begitu menarik di tablet-pcnya.
“Hahaha… inikah fotonya Maria Ozawa yang
direkayasa di komputer Mbah,” kata Kardiman
sedikit berteriak.
“Hahahaha…. iya benar,” jawab Kyai Bogang.
“Baik juga mencari istri yang karena iman dan
takwanya, dia mempunyai kesadaran untuk
menutup auratnya secara baik. Namu perlu Mas
Kardiman pahami, tidak semua wanita yang
berjilbab itu didasarkan atas ketakwaan. Ada juga
yang karena terpaksa karena tuntutan sekolah,
tempat kerja atau lingkungan. Ada juga yang
berjilbab karena trend mode belaka dan ingin
tampak lebih modis. Ada juga yang berjilbab
karena sudah mulai tua dan rambutnya beruban,
sehingga jilbab hanya digunakan untuk menutupi
usianya dan supaya tiak repot menyemir atau
menata rambutnya.”
Kyai Bogang berhenti sejenak sambil menarik
nafas dalam-dalam.
“Saya prihatin dengan wanita yang berjilbab
namun perilaku mereka tidak menunjukkan
mereka paham hakikat berjilbab atau berhijab.
Sebagian dari mereka berjilbab dengan cara yang
salah dengan baju dan celana yang ketat dan
menampakkan lekuk tubuh di dada dan bokong.
Sebagian lagi berjilbab, namun saat menerima
tamu atau main ke rumah tetangganya keluar
rumah dengan melepas jilbabnya. Sebagian lagi
berjilbab, namun berjalan-jalan bergandengan
tangan dan berpelukan dengan yang bukan
muhrimnya saat berboncengan. Sebagian lagi
berjilbab namun sok akrab dengan teman pria
yang bukan muhrimnya dengan memegang
tangan atau menepuk-nepuk pundaknya.
Sebagian lagi ada wanita yang berjilbab yang
kalau dijawil atau dipegang-pegang pria yang
bukan muhrimnya, tidak menunjukkan
kemarahan jutru hanya dianggap bercanda ria
saja. Sebagian lagi berkhalwat dengan yang bukan
muhrimnya walaupun tidak dalam satu tempat.
Mereka ini adalah wanita yang tidak mengerti
hakikat perintah berhijab. Akibatnya menjadi
dipegang boleh, dilihat jangan. Menyedihkan…”
sambung Kyai Bogang sambil menangkupkan
kedua tangannya.
“Apa maksud Mbah pria dan wanita yang
berduaan atau berkhalwat tidak dalam satu tempat
yang sama?” tanya Kardiman penasaran.
“Teknologi komunikasi dan informasi membuat
manusia saling terhubung. Bila jaman dahulu,
berkhalwat itu adalah pria dan wanita yang bukan
muhrimnya berada pada satu tempat yang sama.
Namun sekarang tidak lagi demikian. Pria dan
wanita ngobrol berdua hingga larut malam
dengan chatting, telpon, bahkan video call. Tak
jarang pembicaraan mengarah ke yang bersifat
pribadi dan seksual seperti phonesex. Apalagi
kemudian saling menunjukkan auratnya di depan
webcam. Ya, itulah bentuk khalwat di jaman
modern. Sebagian wanita tanpa sadar berkhalwat
dengan yang bukan muhrimnya hingga larut
malam. Jangan lihat jilbabnya yang terkadang
hanya sebagai aksesoris. Lihatlah perilakunya.”
Kardiman terdiam menyelami perkataan Kyai
Bogang yang dia tahu memang banyak terjadi di
sekitarnya. Dia sering kali melihat wanita berjilbab
namun dengan tampilan seksi dengan alasan
trendy. Akibatnya dada dan bokong tampak
menonjol dengan bentuk celana ketat mengikuti
lekuk tubuh. Seolah-olah mereka ini berpakaian
tetapi pada hakikatnya telanjang.
“Lalu bagaimana supaya saya bisa dapat jodoh
Mbah?”
“Jangan mencari istri dari wanita yang ditemui di
pinggir jalan dan tempat maksiat seperti tempat
dugem. Bergaulah dengan orang-orang baik dan
perluas pergaulan agar bisa bertemu dengan
jodoh yang baik pula. Jadilah pribadi yang baik
dan hebat baik di tempat kerja maupun di
lingkungan tempat tinggal. Bahwa pria yang baik
akan mendapatkan wanita- yang baik dan
begitupula sebaliknya’. Bekerjalah yang keras dan
cerdas agar mapan secara finansial, agar Mas
Kardiman menjadi pria yang pantas pula untuk
mendapatkan wanita yang hebat dan
menghebatkan Mas Kardiman.”
“Terakhir, tingkatkan ibadah dengan sholat malam
dan bermunajatlah kepada Allah. Semoga Allah
memberikan Mas Kardiman jodoh yang terbaik di
sisi Allah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berdoalah, Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta
orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal
yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu”
Hari itu, Kardiman pulang dengan kesadaran baru
untuk meluruskan niat dalam mendapatkan
jodoh. Dia tidak lagi ingin pacaran hanya untuk
bersenang-senang dan agar tidak dicap pria
jomblo yang tidak laku. Kardiman bertekad untuk
menyiapkan dirinya jauh lebih baik lagi, agar jika
jodohnya datang, dia sudah siap untuk langsung
menikah.

Sampingan

Pernah 9 Kali Gagal,Wanita Ini SekarangRaup Omzet Rp 10 Miliar

Jakarta – Jangan pernah menyerah
untuk mencapai kesuksesan. Kejar
terus untuk mendapatkannya
walaupun telah berulang kali gagal.
Demikian diungkapkan Riezka
Rahmatiana, Founder & Commisioner
Justmine Pisang Ijo yang telah 9 kali
gagal membangun berbagai macam
bisnisnya. Melalui bisnis Justmine
Pisang Ijo inilah, kini ia bisa meraup
omzet hingga Rp 10 miliar setiap
tahunnya.
“Awalnya saya sempat tertipu ratusan
juta. Pisang ijo ini bisnis kesembilan
dengan hanya modal Rp 150 ribu tapi
berhasil,” kata Riezka usai menjadi
pembicara di acara Launching Ernst
and Young Entrepreneurial Winning
Woman 2013, di Graha Niaga, Jakarta,
Rabu (20/3/13).
“Kenapa bisa besar karena punya
impian besar. Prinsip saya berpikir
yang besar dengan tindakan yang
besar dan akan mendapat hasil yang
besar. Apa yang dipikirkan saya dulu
menjadi saya yang sekarang,”
katanya.
Bisnis kuliner khas Makassar miliknya
ini, kini sudah merambah ke berbagai
kota di Indonesia bahkan hingga
Malaysia.
Dengan modal awal hanya Rp 150 ribu
saja, wanita asal Lombok ini kini bisa
menikmati manisnya perjuangan. Saat
ini, dia sudah memiliki 250 gerai,
diantaranya satu gerai di Malaysia
yang dibuka Februari 2013 lalu.
Berawal dari hobi makan, ibu dua anak
kelahiran 1986 ini punya mimpi untuk
bisa menguasai dari hulu ke hilir
penjualan makanan tradisional hingga
dikenal ke mancanegara.
“Tadinya bahan bakunya dari
distributor sekarang menanam sendiri.
Pisang ijo itu khas Makassar tapi saya
orang Lombok tinggal di Bandung.
Awalnya suka makan. Jadi apapun yang
dilihat apalagi kue tradisional beli dan
penasaran gimana bikinnya,” jelasnya.
Menurutnya, kemauan, keberanian,
dan lingkungan sekitar ikut perperan
besar terhadap kesuksesan seseorang.
“Orang sukses terjadi akibat
lingkungan yang sukses,” cetusnya.

Sampingan

cerita di balik blue bird

Warga Jakarta & kota besar lainnya sudah pasti
mengenal Taksi Blue Bird, ya…sebuah armada taksi
yang banyak bersleweran di kota-kota besar dan
sudah merupakan salah jenis kendaraan yang
paling banyak digunakan oleh masyarakat di kota.
Tapi, apakah Anda tahu siapa yg mendirikan taksi
terbesar di DKI Jakarta ini.??
Blue Bird didirikan oleh almarhumah Mutiara Siti
Fatimah Djokosoetono. Seorang perempuan
pejuang yang dilahirkan di Malang pada 17 Oktober
1921. Berasal dari keluarga berada.
Namun…pada usia 5 tahun keluarganya bangkrut.
Kehidupannya pun berubah drastis. Dari seorang
gadis cilik yang dikelilingi fasilitas, kemudian
menjadi miskin. ia kemudian meniti bangku
sekolah dalam kesederhanaan luar biasa. Banyak
hal yang mencirikan kesederhanaan hidup Bu
Djoko semasa kecil. Makanan yang tak pernah
cukup, pakaian seadanya, tak pernah ada uang
jajan. Hidup betul-betul bertumpu pada kekuatan
untuk tabah.
Menginjak remaja ketegaran semakin terasah. Ia
bertekad memperkaya diri dengan ilmu dan
kepintaran. Di saat yang sulit itu ia berusaha
merengkuh bahagia diantaranya banyak membaca
kisah-kisah inspiratif yang diperoleh dengan
meminjam. Salah satu kisah legendaris yang selalu
menghiburnya adalah “Kisah Burung Biru” atau
“The Bird Happiness”. Kisah tersebut dilahap
berkali-kali dan selalu membakar semangatnya,
penabur inspirasi dan pemacu cita-citanya.
Dengan tekad yang kuat ia meninggalkan kampung
halaman untuk merantau ke Jakarta. Dan berhasil
masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia
dengan menumpang di rumah pamannya di
Menteng. Kemudian jalan hidup membawa
berkenalan dengan Djokosoetono, dosen yang
mengajarnya. Laki-laki itulah yang menikahinya
selagi Bu Dkoko masih kuliah. Hingga dikaruniai 3
anak yaitu Chandra Suharto, Mintarsih Lestiani, dan
Purnomo Prawiro.
Sepanjang dasawarsa 50-an, Bu Djoko bersama
keluarga melewatkan kehidupan yang sangat
sederhana. Setelah lulus dari FHUI tahun 1952 dan
langsung bekerja sebagai dosen di FHUI dan PTIK.
Mereka kemudian menempati rumah dinas atas
pekerjaan suaminya di jalan HOS Cokroaminoto
Nomor 107, Menteng. Mereka dikepung oleh
lingkungan yang mewah dan orang-orang dengan
kemapanan materi di atas rata-rata. Sementara
keluarga Djokosoetono praktis hanya memiliki
uang kebutuhan berjalan. Untuk menambah
penghasilan keluarga, Bu Djoko berjualan batik
door to door. Tak ada gengsi, tak ada malu, tak
ada rasa takut direndahkan oleh sesama isteri
pejabat tinggi. Semuanya dilakukan murni sebagai
kepedulian isteri untuk membantu suami mencari
nafkah.
Namun penjualan batik yang sempat sukses
kemudian menurun. Hingga Bu Djoko beralih
kemudi berusaha telur di depan rumahnya. Realita
berjualan telur menjadi pilihan bisnis yang brilian
masa itu. Saat itu telur belum sepopuler sekarang.
Masih dianggap bahan makanan ekslusif yang
hanya dikonsumsi orang-orang menengah ke atas.
Dengan lincah Bu Djoko mencari pemasok telur
terbaik di Kebumen. Perlahan-lahan usaha telur Bu
Djoko dan keluarga terus meningkat. Kegembiraan
akan keberhasilan usaha menjadi berkabut lantaran
kesedihan memikirkan sakit Pak Djoko meski
pemerintah memberikan bantuan penuh untuk
biaya perawatan Pak Djoko.
Meski demikian, penyakit Pak Djoko tak kunjung
sembuh, sampai akhirnya pada tanggal 6
September 1965 beliau wafat.
Tak berapa lama setelah kepergian Pak Djoko,
Perusahaan tempat Pak Djoko bekerja, memberi
kabar yang cukup menghibur keluarga. Mereka
memberikan dua buah mobil bekas, sedan Opel
dan Mercedes Karena jasa-jasanya.
Disinilah embrio lahirnya Taksi Blue Bird.
Yakni ketika Bu Djoko menatap memulai bisnis
taksi dalam rancangan idealisme yang ia buat.
Walau bermodal dua mobil saja, tapi visinya sudah
jauh ke depan. Dibantu ketiga anak dan menantu
maka dimulailah usaha taksi gelap Bu Djoko.
Uniknya usaha taksi terebut menggunakan
penentuan tarif sistem meter yang kala itu belum
ada di Jakarta. Untuk order taksi, ia menggunakan
nomor telefon rumahnya. Chandra ditugaskan
menerima telepon dari pelanggan maka orang-
orang menamakan taksi itu sebagai “Taksi Chandra
“(merek dagang Blue Bird sebelumnya).
Taksi Chandra yang hanya dua sedan itu kemudian
melesat popular di lingkungan Menteng karena
pelayanan yang luar biasa. Order muncul tanpa
henti. Dari hasil keuntungan saat itu, BU Djoko bisa
membeli mobil lagi. Kombinasi antara Bu Djoko
yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam
menjalankan usahanya berpadu harmonis dengan
pembawaan Chandra yang cermat dan tenang.
Semua problem dalam menjalani usaha taksi
dibawa dalam rapat keluarga untuk dicari
solusinya.
Permintaan akan Taksi Chandra terus mengalir.
Usaha yang semula ditujukan untuk menjaga
kestabilan ekonomi keluarga, kemudian
berkembang menjadi bisnis yang amat serius.
Beberapa mobil yang telah dimiliki dirasa kurang
mencukupi. Titik layanan kian melebar, tak hanya
di daerah Menteng, tebet, Kabayoran Baru dan
wilayah-wilayah di Jakarta Pusat, tapi juga sampai
ke Jakarta Timur, Barat dan Utara.
Maka memasuki tahun 1971, dengan spirit penuh ia
segera berangkat ke kantor DLLAJR untuk
mendapatkan surat izin operasional. Namun anti
klimaks dari harapan, Bu Djoko selalu ditolak
karena alasan bisnis dia masih kecil. Memang saat
itu yang mendaptkan izin adalah perusahaan-
perusahaan yang pernah menjalankan bisnis
angkutan besar.
Namun Bu Djoko sosok yang tak kenal putus asa.
Tak terhitung jumlahnya berapa kali dia selalu
mengalami penolakan. Hingga terbersit ide brilian
untuk mengumpulkan isteri janda pahlawan yang
telah menitipkan mobil mereka untuk dikelola
sebagai taksi. Diajaknya para janda pahlawan untuk
bersama-sama menyerukan petisi kemampuan
perempuan dalam memimpin usaha. Mereka
mendatangi kantor gebernur dan menghadap
langsung Ali Sadikin. Menghadapi orasi Bu Djoko,
Ali Sadikin tersentuh dan menetapkan agar Bu
Djoko diberikan izin usaha untuk mengoperasikan
taksi. Sungguh sebuah pencapaian
menggembirakan dari kesabaran bolak-balik
melobi DLLAJR.
Dengan dibantu kedua putranya, Chandra Suharto
dan Purnomo Prawiro. Chandra Taksi yang
sebelumnya dijalankan secara ‘gelap’ dapat
memperoleh ijin, dan sejak saat itulah tonggak
sejarah berdirinya Blue Bird Group. Usaha ini
merupakan usaha untuk menghidupi keluarga
setelah sang suami Prof. Djokosoetono, SH wafat.
Mobil yang dijadikan usaha taksi waktu itu adalah
mobil peninggalan sang suami.
Sebuah fase dimana kehidupan berbisnis tidak lagi
sekedar “aktivitas keluarga” untuk menambah
rezeki. Pada tahun-tahun menjelang 1970 realita
membuktikan bahwa mereka mampu
membesarkan armada dan mendulang
keuntungan yang signifikan. Mereka bisa
menambah jumlah mobil sendiri lebih dari 60
buah.
Setelah melewati tahun-tahun yang berat dalam
menegakkan idealism di era 70-an, dasawarsa
selanjutnya mulai disinari optimis yang lebih kuat.
Nilai-nilai dan prinsip Blue Bird yang ditancapkan Bu
Djoko telah berakar dan menghasilkan batang serta
dahan yang sehat. Memasuki dasawarsa 80-an,
Purnomo, Mintarsih dan Bu DJoko semakin
memperkuat kekompakan. Chandra kadang-
kadang ikut dalam diskusi selepas kesibukannya di
PTIK. Sisa masalah dari tahun-tahun sebelumnya
masih menjadi momok dan beberapa masalah
krusial. Tapi Purnomo yang sudah dimatangkan
oleh pengalaman era 70-an sudah jauh lebih
percaya diri untuk menghadapi kesulitan di
lapangan. Purnomo melewatkan tahun-tahun awal
di dasawarsa 80-an dengan kerja yang luar biasa
keras. Setelah 8 tahun bisa bertahan, wajah bisnis
ini terlihat sangat jelas. Blue Bird bisa mengukur diri
apakah mampu melanjutkan perjalanan atau tidak.
Bu Djoko dan ketiga anaknya bertekad maju terus.
Pada 1985, 13 tahun setelah Blue Bird lahir, armada
bertambah gemuk, hampir mencapai 2.000 taksi.
Keyakinan Bu Djoko bahwa masyarakat perlahan
tapi pasti akan mantap memilih Blue Bird dengan
kualitas layanan prima dan sistem agrometer yang
terpercaya akan terbentuk. Dan benar.!! Saat itulah
muncul banyak taksi-taksi tanpa argometer. Ketika
masyarakat memilih taksi meteran yang layak,
pilihan jatuh pada Blue Bird yang telah mantap
menjalankan sistem agrometer selama belasan
tahun. Memasuki paruh kedua dasawarsa 80-an
bisa dibilang Blue Bird terus memantapkan diri.
Apresiasi masyarakat terbentuk, citra Blue Bird
sebagai taksi ternyaman, teraman, dengan
pengemudi yang santun telah dikenal luas dan
menjadi suatu keyakinan yang mengakar. Inilah
masa dimana operator Blue Bird sibuk melayani
permintaan konsumen yang membeludak. Jumlah
taksi terus bertambah mendekati 3.000 unit. Order
terus meningkat. Blue Bird tak pelak menjadi pilihan
para pemilik gedung-gedung sebagai taksi resmi di
tempat mereka. Blue Bird berkibar di banyak titik
penting di Jakarta.
Kemajuan demi kemajuan tak terbendung lagi di
tubuh Blue Bird. Manajemen yang rapi, idelisme
yang dijaga ketat, pengaturan finansial yang sangat
matang dan strategi ekspansi yang arif, membuat
langkah kemajuan Blue Bird begitu tertata dan
sangat cantik. Perpaduan antara kekuatan karisma
Bu Djoko, agresivitas dan kreativitas Purnomo,
serta ketenangan strategi Chandra membuat Blue
Bird di era 90-an menunjukkan perkembangan
yang sehat. Faktor yang mempengaruhi kemajuan
Blue Bird di era ini, tak pelak adalah kemajuan
persepsi masyarakat. Sungguh tepat prediksi Bu
Djoko tentang perusahaan taksi masa depan.
Bahwa kelak di kemudian hari, masyarakat akan
mencari, membutuhkan, dan fanatik pada taksi
yang teruji kualitas pelayanannya, aman, prima
dan nyaman. Argometer yang dulu jadi momok
dan dianggap sebagai “mimpi di siang bolong”
ternyata tak terbukti. Justru argometer yang dipakai
Blue Bird menjadi standar paling fair yang dicari
penumpang.
(Diolah dari berbagai Sumber)